Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tak Pernah Naik Sejak Zaman Soeharto,Tarif Listrik Subsidi

Tak Pernah Naik Sejak Zaman Soeharto,Tarif Listrik Subsidi

Admin - Jumat, 06 Juni 2014 15:38 WIB
Matatelinga - Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyatakan seharusnya golongan yang disubsidi terus menerus, yakni 450-900 VA, juga dinaikkan. Agar tidak sangat membebani dunia industri.

Pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) untuk enam golongan pada 1 Juli 2014. Kenaikan TDL ini untuk menghemat anggaran subsidi listrik PLN agar tidak memberatkan anggaran pendapatan dan belanja negara. 

"Yang paling besar habisin subsidi kan golongan ini, hampir Rp26 triliun per tahun. Kalau ini dinaikin sedikit misalnya dari Rp30-Rp40 ribu per bulan kan enggak masalah," ucap Sofjan di Graha Niaga, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Menurut dia, sejak zaman Presiden Soeharto, golongan ini tidak pernah naik karena pada saat itu stok minyak mentah masih banyak dan tidak impor. "Kalau naik, kan beban industri akan berkurang menjadi 15-20 persen, tidak lagi 30 persen," pungkasnya.

Sekedar informasi, keenam golongan tersebut di antaranya untuk industri I-3 non-go public, tarif listrik akan dinaikkan secara bertahap rata-rata 11,57 persen setiap dua bulan mulai 1 Juli 2014. Diperkirakan akan berpengaruh terhadap penghematan subsidi listrik sebesar Rp4,78 triliun.

Kedua adalah kenaikan tarif listrik rumah tangga R1 dengan daya 3.500-5.500 VA dengan rata-rata kenaikan sebesar 5,7 persen tiap dua bulan. Langkah ini diperkirakan akan menghemat Rp370 miliar.

Ketiga adalah sektor rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA, rata-rata kenaikan sebesar 10,43 persen. Ini diperkirakan akan memberi penghematan Rp99 miliar. Keempat adalah untuk rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA. Kenaikannya 11,36 persen per 2 bulan, yang bisa menghemat Rp1,64 triliun.

Sementara itu, yang kelima kenaikan untuk golongan pemerintah P-2 atau di atas 200 kVA akan dilakukan bertahap rata-rata 5,36 persen setiap 2 bulan mulai 1 Juli 2014. Penghematan subsidi listrik diperkirakan mencapai Rp100 miliar.

Dan yang keenam untuk golongan penerangan jalan umum P-3 kenaikan tarif dilakukan bertahap rata-rata 10,43 persen setiap 2 bulan mulai 1 Juli 2014. Rp 0,43 triliun subsidi listrik diharapkan dapat dihemat.

(Okz/Mt)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemkab Asahan Gelar Rakorpem

Ekonomi

Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik

Ekonomi

Sekertaris Diskominfo Asahan Atas Nama Wakil Bupati Asahan Buka Pelatihan Dan Peningkatan Kapasitas Jurnalistik

Ekonomi

Pemkab Asahan Siapkan Lahan, MAN Insan Cendekia Segera Hadir sebagai Madrasah Unggulan Nasional

Ekonomi

Wali Kota Medan Ikuti RUPS-LB, Hasilkan Keputusan Perubahan PT Bank Sumut

Ekonomi

Eastspring Luncurkan Reksa Dana Syariah Baru, Gandeng Bareksa sebagai Mitra Penjual