Matatelinga - Jakarta, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dan PDT, Kedeputian Perekonomian, Sekretariat Kabinet, Oktavio Nugrayasa, memaparkan sektor-sektor tersebut merupakan jantungnya perekonomian nasional, diperkirakan potensi angkanya mencapai 28-63 persen dari total jumlah investasi asing yang akan masuk di kawasan ASEAN. Bank Dunia (World Bank) berpandangan bahwa Indonesia masih memiliki banyak potensi untuk dapat menarik minat para investor asing dalam menanamkan modalnya. Adapun bentuk kegiatan investasi langsung asing (Foreign Direct Investmen/FDI) pada sektor pertambangan, industri maupun di sektor pertanian. "Pada 2015 mendatang seluruh negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yaitu suatu kondisi perdagangan bebas di kawasan ASEAN akan diberlakukan," jelas dia seperti dilansir dari Setkab, Minggu (8/6/2014)."Tentu saja, kondisi ini secara langsung akan menciptakan persaingan di antara negara-negara dan juga pebisnis-pebisnis kawasan ASEAN untuk memperoleh manfaat berupa peningkatan investasi asing ke dalam negerinya," tambah dia.Oleh karena itu, dia meminta pemerintah Indonesia bersiap secara optimal, sehingga nantinya dapat mendominasi pasar, dan bukan sebaliknya menjadi pasar bagi negara-negara ASEAN. "Dengan jumlah penduduk yang cukup besar mencapai 40 persen dari total jumlah penduduk ASEAN, serta ditopang dengan kekayaan SDA yang melimpah, rasa optimis kita akan menjadi produsen terbesar bagi pasar ASEAN bukan merupakan sebuah keraguan yang semu," kata dia.(Okz/Mt)