Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Akibat Lockdown, Harga minyak Turun 2%

Akibat Lockdown, Harga minyak Turun 2%

- Kamis, 01 April 2021 08:30 WIB
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) harga minyak turun sekira 2% . Harga minyak turun karena penguncian baru di Eropa memicu kekhawatiran konsumsi bahan bakar serta prospek permintaan pesimis dari OPEC dan sekutunya menjelang pertemuan yang akan memutuskan pembatasan produksi.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei merosot USD1,39 atau 2,3% menjadi USD59,16 per barel.

Brent anjlok 3,9% pada Maret dan melonjak 22,6% untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret. WTI berkurang 3,8% pada Maret dan terangkat 21,9% selama kuartal tersebut.

Baca Juga:Di Tengah Rencana Stimulus Infrastruktur AS, Wall Street Menguat

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, yang kontraknya berakhir Rabu (31/3/2021) menjadi USD63,54 per barel, turun 60 sen atau 0,9%. Kontrak berjangka Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Juni tergerus USD1,43 atau 2,2% menjadi USD62,74 per barel.

Sebenarnya, harga minyak naik karena optimisme pemulihan permintaan setelah vaksin Covid-19 mulai diluncurkan di tahun baru. Namun, harapan berkurang pada Maret di tengah kebangkitan kembali kasus-kasus yang mengancam rumah sakit di negara-negara Eropa dan membatasi permintaan bahan bakar.

Harga minyak pada perdagangan Rabu pun memperpanjang penurunan setelah Presiden Emmanuel Macron memerintahkan Prancis untuk melakukan lockdown nasional ketiganya dan mengatakan sekolah akan ditutup selama tiga minggu ketika ia berusaha untuk menekan kembali gelombang ketiga infeksi Covid-19.

[br]

"Saat itulah pasar melemah," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Securities, Bob Yawger, dikutip oleh wartawan, Kamis (1/4/2021).

Selain itu, harga minyak terbebani rencana revisi pengurangan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak OPEC+ untuk tahun ini sebesar 300.000 barel per hari (bph). Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, akan bertemu pada Kamis waktu setempat, guna memutuskan kebijakan produksi.

"Mengingat prospek pesimistis ini, tampaknya kuota produksi akan tetap berlaku selama satu bulan lagi," kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

OPEC+ saat ini membatasi produksi lebih dari 7 juta barel per hari dalam upaya untuk mendukung harga dan mengurangi kelebihan pasokan. Arab Saudi juga telah menambah pemotongan itu dengan tambahan 1 juta barel per hari.

Membatasi penurunan harga, stok minyak mentah AS turun secara tak terduga pekan lalu karena kilang-kilang yang beroperasi meningkat, menyusut 876.000 barel pada pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 107.000 barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA).

Juga, produksi minyak mentah di Amerika Serikat, produsen utama dunia, turun menjadi 11,1 juta barel per hari pada Januari, menurut data bulanan terbaru, dan tetap 13,1%lebih rendah dari tingkat tahun lalu.

(Mtc/Okz)

Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wapang TNI Tinjau Kesiapan Yonif TP di Sumedang dan Majalengka

Ekonomi

YBM PLN UID Sumut Kukuhkan GENCAR Batch III, GM PLN: Kepedulian Harus Tumbuh Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Ekonomi

Guruh Soekarnoputra Wafat, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Sampaikan Ucapan Belasungkawa

Ekonomi

Pemprov Sumut Targetkan Predikat SAKIP BB, OPD Diminta Serius Tingkatkan Kinerja

Ekonomi

Langkah Nyata Wali Kota Medan Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif dan Merata

Ekonomi

Zakiyuddin Harahap Ikut Ambilkan Makanan untuk Lansia di Jalan Lombok