Matatelinga - Jakarta, Dari sumber Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2012 dan 2013 masing-masing per tahun terjadi impor material HS 72106111000 sebesar 249.742.890 kg dan 321.163.569 kg di mana trend nya terus meningkat sebesar 22 persen. Sedangkan kapasitas produksi nasional di mana terdapat tiga produsen yaitu Bluesope, Sarana central bajatama dan Sunrise steel hanya sebesar 305.000 MT.Sementara, total kebutuhan nasional sebesar 626.163 dari angka tersebut dapat di lihat bahwa produsen nasional tidak dapat memenuhi kebutuhan baja ringan nasional.Ketua Asosiasi Produsen Baja Ringan Beny Lau mengatakan kekurangan produsen lokal untuk memasok kebutuhan permintaan baja ringan dan terus kian meningkatnya impor baja atau raw material bahan baku baja tersebut."Impor material baja ringan pertahunnya naik rata-rata sebesar 22 persen pertahunnya hal itu seiring pertumbuhan ekonomi serta pembangunan Indonesia sebagian besar konsumsi material HS 7210611100 di gunakan untuk bahan bangunan khususnya perumahan, gedung pemerintahan dan sekolah guna mengurangi pembalakan liar," ujar Beny dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).Dirinya menambahkan, sebagai catatat tiga perusahaan besar nasional yang menguasai pangsa pasar di atas 50 persen dari kebutuhan nasional itu adalah, Bluescope, Sarana Central dan Sunrise Steel. Kapasitas produknya hanya mencapai 305,1 sementara kebutuhan lokalnya mencapai 2 kali lipatnya.Oleh karenanya, kata Beny, jika pemerintah meningkatkan BM impor, otomatis harga akan naik dan sudah tentu rencana pembangunan 3 juta rumah RS yang atap dan konstruksinya dari baja akan terhambat. Bahkan banyak pabrikan downstream yang akan memilih untu mengimpor barang jadi ketimbang meproduksi di Indonesia sehingga akan menimbulkan pemutusan kerja secara masal.(Okz/Mt)