MATATELINGA. Jakarta - Menonaktifkan data penerima bantuan sosial (bansos) sebanyak 21,1 juta orang, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru."New DTKS ini karena kita melakukan pengontrolan data sehingga ada hampir 21,1 juta data yang kita tidurkan," ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dilansir Oleh wartawan, Jakarta, Senin (26/04/2021).
Baca Juga:Minta Uang Preman, Dedi Sumbing Diringkus Reserse Pancur BatuRisma melanjutkan, pembaharuan data akan dilakukan secara berkala tiap bulannya. Kemensos akan menerapkan ketentuan bagi Pemda untuk melaporkan pembaharuan data pada pekan pertama dan kedua.Pada pekan berikutnya, Kemensos akan menyatukan data dari Pemda tersebut dengan data yang dimiliki dan data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri agar menjadi data tunggal.[br]"Semoga bisa menyalurkan di pekan keempat," kata dia.Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya."Sebanyak 21 juta itu data ganda, bisa namanya ganda, kemudian ganda penerimanya, atau ada yang meninggal dan lain sebagainya," kata dia. (Mtc/Okz)