MATATELINGA. Jakarta - Kritisi kebijakan efisiensi THR bagi para ASN, Nailul Huda selaku pengamat ekonomi dari INDEF, menurutnya dengan keputusan tersebut membuat kondisi keuangan negara jadi patut dipertanyakan."Janji THR dibayarkan secara utuh sudah dianggarkan pada tahun lalu, dan tiba-tiba diubah mendekati hari pembagian THR. Artinya kondisi penerimaan negara kita sedang tidak baik," ujar Huda saat dihubungi wartawan.
Baca Juga:Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Minus, Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%Sejatinya PNS sebenarnya termasuk golongan yang tidak terkena efek terlalu signifikan. Maka bila THR dibagikan tanpa tunjangan maka yang harus dilihat apakah perubahan alokasi anggarannya untuk program yang tepat."Bila THR untuk PNS dikurangin ya sudah sewajarnya mereka menuntut untuk program pemerintah yang tidak tepat juga dibatalkan. Mulai dari program kartu prakerja, diskon PPnBM mobil, sampai diskon perumahan yang umumnya dinikmati oleh orang-orang kaya," tambahnya.Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkomentar soal keluhan PNS untuk efisiensi Tunjangan Hari Raya (THR). Tito mengatakan, situasi yang sulit ini, semua aparatur negara yang masih mendapatkan THR seharusnya merasa bersyukur masih menerima THR. (Mtc/Okz)