MATATELINGA. Jakarta - Pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.030-6.040. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini.Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AALI, ACES, ADRO, AKRA, ASII, GGRM, HMSP, INCO, INDY, JPFA, MEDC, PGAS, SIMP, TINS, UNTR.Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 10,34 poin atau 0,17 persen ke level 6.022,40 setelah sempat menguat hingga nyari sepersen di awal sesi kedua. Saham BRIS (+12.8%), HMSP (+3.1%) dan AGRO (+3.1%) yang menjadi penopang pergerakan di saat saham ARTO (-2.2%), BMRI (-1.3%) dan BBCA (-0.3%) turun menekan hingga akhir sesi perdagangan.
Baca Juga:Pergerakan Rupiah Pada Zaman Pandemi Sekarang IniAnalis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak terkonsolidasi menguji resistance Moving Average 5 hari dan Moving Average 20 hari di kisaran 6.030-6.040 sebagai konfirmasi arah penguatan selanjutnya."Indikator stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi pada area dekat overbought dan MACD yang bergerak bearish dalam histogram yang negatif. Sehingga IHSG berpeluang bergerak mendatar dengan percobaan menguat di awal pekan," ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (28/06/2021).Indeks sektor energi (+0.97%) naik signifikan mengiringi penguatan pada komoditas Batubara dan Minyak. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 45.98 Miliar rupiah.[br]
Leader:BRIS, HMSP, AGRO, SMMA, INCOLaggard:ARTO, BMRI, BBCA, BRPT, BBNISementara itu, awal pekan ini bursa Asia diperkirakan dibuka dengan hati-hati karena investor menilai laju pemulihan ekonomi. Investor akan fokus pada bursa saham Australia setelah Sydney melakukan lockdown selama dua minggu untuk membendung kebangkitan covid-19.Saham global berakhir pekan lalu di rekor tertinggi karena kecemasan tentang kemiringan hawkish Federal Reserve mereda, investor membalas kekhawatiran bahwa pembuat kebijakan AS dinilai terburu-buru untuk meningkatkan suku bunga meskipun tekanan inflasi meningkat.Minyak membukukan kenaikan mingguan kelima berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Desember, karena permintaan pulih dan pasokan terus mengetat di AS dan China. Harga Timah (+0.24%) dan Nikel (+0.65%) naik. Secara sentimen IHSG bergerak mendatar mencoba menguat di awal pekan. (Mtc/Okz)