Matatelinga - Medan, Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG berakhir di bawah kisaran target support 4.840-4.855 meski sebelumnya sempat mampir di kisaran target resisten 4.871-4.880.Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.825-4.830 dan resisten 4.865-4.895. IHSG akan berpola inverted hammer di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal bertahan naik. "Belum adanya sinyal positif pada IHSG membuat IHSG rawan terjadi pelemahan lanjutan meski sudah di area oversold," papar Reza di Jakarta, Kamis (26/6/2014).Namun demikian lanjut Reza mengungkapkan, posisi IHSG juga mampu menawarkan posisi entry yang menarik seiring kembali rendahnya harga-harga saham.Sebelumnya, harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG tampaknya belum terwujud seiring imbas pelemahan pada sejumlah bursa saham global setelah merespons kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Belum lagi pernyataan pejabat negara ini yang mengatakan pelemahan Rupiah memang diperlukan untuk meningkatkan ekspor membuat laju Rupiah kian terpuruk dan tentu saja memberikan imbas negatif pada laju sejumlah saham. Terutama untuk para emiten yang memiliki biaya dalam bentuk valas maupun memiliki utang dalam bentuk valas. Kekhawatiran lain ialah mengenai penilaian terhadap neraca perdagangan yang mungkin bisa terganggu dengan lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan Rupiah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.875,02 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.838,98 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.838,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.(Okz/Mt)