Matatelinga - Jakarta, Head of Research KSK Financial Group, David Cornelis, mengungkapkan IHSG berjalan seiring dengan penguatan yang terjadi pada Rupiah. Menurutnya, secara jangka pendek, selain IHSG, Rupiah juga dalam tren yang naik. Pasca melemah dua minggu sebelumnya, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) mampu meningkat dalam tren jangka pendek. Akibatnya, tingkat dukungan IHSG saat ini berada di level 4.862, sedangkan tingkat tahanan terdekatnya di posisi 4.930."Dengan posisi yang cenderung stabil, baik rupiah maupun IHSG terlihat condong dalam keseimbangan yang jenuh di pasar. Perspektif tensi pasar saat ini, patron IHSG dalam posisi netral, tidak dalam posisi jenuh beli maupun jenuh jual," kata dia dalam risetnya, Senin (7/7/2014). Menurutnya, yang menarik secara tradisional, dua hari jelang Pilpres dalam dua Pilpres terakhir, IHSG bergerak positif. Sejak H-2 hingga H+1, IHSG selalu bergerak positif, begitu juga dari H-1 hingga H+1. "Dalam pandangan yang lebih panjang lagi, pada dua Pilpres lalu secara langsung dalam satu dekade terakhir, dalam empat bagian periode yang berbeda ke depannya, sejak hari pencoblosan hingga seminggu ke depannya, sebulan ke depan, hingga akhir tahun tersebut, bahkan hingga setahun ke depannya, IHSG selalu bergerak positif," tambah dia. Dia melanjutkan, gambaran pergerakan historis IHSG, dalam jangka pendek, dua hari sebelum Pilpres hingga satu hari sesudah Pilpres, IHSG bergerak naik dengan rerata positif 1,9 persen."Sedangkan literasi dalam jangka panjang, setahun tahun sejak Pilpres, IHSG mencatatkan kenaikan fantastis rata-rata 26 persen, kurang lebih sebesar 4,5 kali laju pertumbuhan ekonomi Indonesia," tuturnya. Namun, dia melihat faktor Piala Dunia dan Puasa yang mengurangi volume transaksi di pasar. Dalam kondisi kondusif, risiko penurunan IHSG dalam jangka pendek sudah terbatas, karena mayoritas investor berada dalam posisi menunggu dengan memegang dana kas segar yang relatif besar hingga 20 persen menanti hasil Pilpres tiga hari mendatang.(Okz/Mt)