Matatelinga - Jakarta, Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (7/7/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 95 poin atau 0,80 persen ke Rp11.777 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.777-Rp11.870 per USD.Pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) nampak terus menunjukkan penguatannya. Mata uang Garuda terus menguat sejak Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya surplus dalam neraca perdagangan Indonesia.Sekadar informasi, Rupiah menguat saat dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi satu mingguan terhadap euro, sebelum the Federal Reserve merilis pertemuan mingguan terakhir, di tengah spekulasi akan adanya kenaikan suku bunga lebih cepat.Dolar AS naik pekan lalu terhadap sebagian besar mata uang, setelah angka Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah pekerja naik 288.000 pekerja pada Juni, lebih dari 215.000 perkiraan. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,1 persen dari 6,3 persen di Mei.Penguatan dolar AS nampak belum berdampak pada Rupiah, seiring neraca perdagangan Mei 2014 mengalami surplus USD69,9 juta yang terdiri dari surplus non-migas USD1,4 miliar dan defisit neraca perdagangan migas USD1,3 miliar.(Okz/Mt)