MATATELINGA. Jakarta - Harga minyak naik setelah data pekerjaan bulanan AS jauh dari ekspektasi pasar dan kekhawatiran terhadap varian baru virus corona Omicron serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkatkan daya tarik logam safe-haven. Harga emas naik lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).Dukungan lebih lanjut untuk emas, imbal hasil obligasi 10-tahun AS turun di bawah 1,4% untuk pertama kalinya sejak September, mengurangi peluang kerugian memegang emas tanpa bunga.Tetapi data ekonomi lainnya yang dirilis pada Jum'at (3/12/2021) membebani emas. Indeks PMI sektor jasa AS dari IHS Markit direvisi lebih tinggi menjadi 58,0 pada November dari angka awal 57,0, menunjukkan aktivitas bisnis dan pesanan baru terus meningkat dengan kecepatan yang kuat.
Baca Juga:Walikota Medan Bobby Nasution Sukses Gelar Kesawan City WalkDepartemen Perdagangan AS juga melaporkan bahwa pesanan pabrik AS meningkat 1,0% pada Oktober setelah naik dengan revisi naik 0,5% pada September. Pertumbuhan juga lebih tinggi dari 0,5% yang diperkirakan oleh para ekonom.Namun, emas masih berada di jalur untuk kerugian mingguan ketiga berturut-turut, karena pejabat Fed memberikan nada hawkish pada pengurangan stimulus dan suku bunga.Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 16,5 sen atau 0,74% menjadi USD22,481 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD6,9 atau 0,74% menjadi USD926,2 per ounce.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange menguat USD21,2 atau 1,2% menjadi USD1.783,90 per ounce. Di pasar spot, emas naik 0,9% menjadi USD1.785,29.[br]Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya mengatakan, "Emas diuntungkan dari pelarian ke aset aman karena investor khawatir tentang tapering Federal Reserve yang lebih cepat dan situasi Covid karena Delta dan Omicron menimbulkan risiko terhadap prospek pertumbuhan jangka pendek," katanya, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (4/12/2021)."Kinerja emas akhir pekan signifikan karena bertepatan dengan perataan kurva yang mencakup ekspektasi tinggi untuk tapering Fed yang lebih cepat," ujarnya.Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas tetap lemah, karena data pekerjaan AS mengecewakan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Amerika Serikat menciptakan 210.000 pekerjaan baru pada November, lebih rendah dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 573.000 dan juga lebih rendah dari kenaikan 531.000 pada Oktober.