MATATELINGA. New York - Harga minyak meningkat karena persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 2018. Selain itu, harga minyak juga didukung dolar melemah dan kekhawatiran varian virus corona Omicron mereda. Harga minyak semakin meningkat atau mencapai level tertinggi dalam dua bulan di akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi Wib).Penurunan dolar adalah pendorong utama dari harga minyak yang lebih tinggi, bahkan melampaui dampak penarikan EIA. Smith mengatakan, greenback yang lebih lemah membuat kontrak minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.Dolar jatuh ke level terendah baru dua bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah data menunjukkan harga konsumen AS naik kuat pada Desember.
Baca Juga:Pangdam I/BB Pimpin Upacara Penyambutan Prajurit Yonif 131/BSMinyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari bertambah USD1,42 atau 1,7% menjadi USD82,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 95 sen atau 1,1% menjadi USD84,67 per barel di London ICE Futures Exchange.Badan Informasi Energi (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel pekan lalu menjadi 413,3 juta barel atau terendah sejak Oktober 2018.Analis Minyak Utama untuk Amerika, Matt Smith mengatakan, "Penarikan minyak mentah lebih besar dari yang diperkirakan meskipun ada penurunan material dalam aktivitas penyulingan," kata nya seperti dikutip dari Okezone, Kamis (13/01/2022).Persediaan minyak mentah AS telah turun selama tujuh minggu berturut-turut, dan persediaan secara keseluruhan telah diperketat di seluruh dunia karena produsen utama berjuang untuk meningkatkan pasokan bahkan ketika permintaan meningkat meskipun kasus Omicron juga meningkat.