Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Saham Netflix Turun 21,8%, Wall Street Ditutup Melemah

Saham Netflix Turun 21,8%, Wall Street Ditutup Melemah

Redaksi - Sabtu, 22 Januari 2022 07:05 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Bursa saham AS tertekan saham Netflix yang anjlok setelah laporan pendapatannya lemah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat persentase penurunan mingguan terbesar sejak awal pandemi pada Maret 2020. Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).

Saham dimulai dengan awal yang sulit pada tahun ini, karena kenaikan cepat dalam imbal hasil obligasi AS di tengah kekhawatiran Federal Reserve akan menjadi agresif dalam mengendalikan inflasi yang terutama memukul saham-saham teknologi dan pertumbuhan.

Investor sangat fokus pada pertemuan Fed minggu depan untuk kejelasan lebih lanjut tentang rencana bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang, setelah data pekan lalu menunjukkan harga konsumen AS pada Desember mengalami kenaikan tahunan terbesar dalam hampir empat dekade.

Baca Juga:Menyayangkan Suntik Vaksin Kosong, Afif Abdillah Minta Perbanyak Sosialisasi Vaksin Usia 6-11 Tahun

"Antara pertemuan Fed dan laporan pendapatan, ada banyak hal yang pasar bisa khawatirkan minggu depan," kata Anu Gaggar, ahli strategi investasi global di Commonwealth Financial Network.

Apple, Tesla dan Microsoft adalah di antara perusahaan besar yang akan melaporkan hasil keuangan mereka minggu depan yang sibuk.

Sekitar 14,6 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 10,4 miliar selama 20 sesi terakhir.

Indeks Dow Jones Industrial Average terperosok 450,02 poin atau 1,3%, menjadi menetap di 34.265,37 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 84,79 poin atau 1,89%, menjadi berakhir di 4.397,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq terjungkal 385,10 poin atau 2,72%, menjadi ditutup di 13.768,92 poin.

Untuk minggu ini, indeks S&P 500 merosot 5,7%, membukukan penurunan minggu ketiga berturut-turut, indeks Dow terpangkas 4,6% dan jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, penurunan harian terpanjang sejak Februari 2020. Sementara Nasdaq tergelincir 7,6% minggu ini.

[br]

Penurunan juga semakin dalam untuk Nasdaq setelah indeks teknologi berat awal pekan ini mengkonfirmasi berada dalam wilayah koreksi, ditutup turun lebih dari 10% dari puncak November. Nasdaq sekarang telah jatuh 14,3% dari tertinggi November dan pada Jum'at (21/01/2022) ditutup pada level terendah sejak Juni.

Saham Netflix terjun 21,8%, membebani S&P 500 dan Nasdaq, setelah raksasa streaming itu memperkirakan pertumbuhan pelanggan yang lemah. Saham pesaingnya, Walt Disney anjlok 6,9%, menyeret Dow, sementara Roku juga tergelincir 9,1%.

"Ini benar-benar merupakan kelanjutan dari kekalahan teknologi," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management. "Ini benar-benar kombinasi dari rotasi teknologi serta angka-angka yang sangat buruk dari Netflix yang menurut saya merupakan katalis untuk hari ini." Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (22/01/2022).

"Ketika pasar menjadi seperti yang mereka dapatkan minggu ini, emosilah yang mengambil alih," kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group. "Sampai menemukan dukungan, tidak ada yang akan peduli tentang sesuatu yang mendasar."

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

Beberapa Hari Terakhir di Wall Street Terasa Aneh

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk