Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dipicu Ekspektasi Kenaikan Fed Rate, Indeks Dolar AS Tergelincir

Dipicu Ekspektasi Kenaikan Fed Rate, Indeks Dolar AS Tergelincir

Redaksi - Selasa, 01 Februari 2022 08:50 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Dolar membukukan penurunan harian terbesar sejak November lalu karena investor mengkonsolidasikan keuntungan setelah mencapai tertinggi 1,5 tahun pada Jum;at (28/01/2022) di tengah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve. Indeks dolar AS tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib).

Investor juga menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) AS yang akan dirilis Jum'at (04/02/2022) untuk indikasi seberapa agresif Fed dapat berada di jalur pengetatannya. Data penggajian AS diperkirakan menunjukkan kenaikan 153.000 pekerjaan untuk Januari, turun dari 199.000 pada Desember, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9%, menurut jajak pendapat Reuters.

"Uang tampaknya telah mencapai puncaknya untuk saat ini karena laporan pekerjaan Jum'at (04/02/2022) diperkirakan menunjukkan satu bulan lagi perekrutan yang hangat," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat juga dilihat sebagai meredam ekspektasi pertumbuhan di masa depan, sebuah skenario yang dimainkan di pasar obligasi di mana spread antara imbal hasil obligasi pemerintah AS 2-tahun dan 10-tahun turun di bawah 59 basis poin untuk pertama kalinya sejak awal November, sebuah fenomena dikenal sebagai "bear-flattening." Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (01/02/2022).

Baca Juga:Bobby Nasution sambut tawaran kelola PSMS Medan

Dalam mata uang lainnya, dolar Australia memimpin kenaikan, menguat 1,0% menjadi 0,7068 dolar AS sebelum pertemuan kebijakan bank sentral Australia (RBA) padai Selasa.

Terhadap yen, dolar melemah 0,2% menjadi 115,045 yen. Bank sentral Inggris (BOE) juga mengadakan pertemuan kebijakan pada Kamis (03/02/2022), dengan jajak pendapat Reuters memprediksi kenaikan suku bunga kedua dalam waktu kurang dari dua bulan setelah inflasi Inggris melonjak ke level tertinggi dalam hampir 30 tahun.

Sterling terakhir naik 0,4% pada 1,354 dolar AS. Bank Sentral Eropa juga bertemu pada Kamis (03/02/2022). Meskipun tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan, analis mengatakan kenaikan suku bunga The Fed akan mempersempit peluang ECB untuk bertindak.

Euro terakhir diperdagangkan naik 0,8% pada 1,1240 dolar AS,%tase kenaikan harian terbaik dalam dua bulan.

Dengan The Fed secara jelas mengisyaratkan minggu lalu bahwa mereka bermaksud untuk menaikkan suku bunga sedini mungkin pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret, bank-bank Wall Street sekarang memperkirakan sekitar lima sampai tujuh kenaikan suku bunga tahun ini.

[br]

Dana Fed berjangka pada Senin malam (31/01/2022) telah memperkirakan hanya di bawah lima kenaikan untuk tahun 2022, atau sekitar 121 basis poin pengetatan. Mereka juga menunjukkan peluang 17% untuk kenaikan 50 basis poin pada Maret, turun dari setinggi 32% pada Jum'at (28/01/2022).

Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, seorang non-pemilih di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengatakan kepada Financial Times dalam sebuah wawancara selama akhir pekan bahwa Fed dapat mengukur kenaikan suku bunga menjadi setengah poin%tase jika inflasi tetap tinggi.

I

ndeks dolar yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,7% hari ini,%tase penurunan harian paling tajam dalam dua bulan. Tetapi, selama Januari, greenback naik hampir 1,0%.

"Dominasi dolar sebagian besar telah diperkirakan karena Fed sekarang tampaknya siap untuk memberikan kenaikan suku bunga 5-7 kali tahun ini," tulis Edward Moya, analis pasar senior, di OANDA, dalam sebuah catatan penelitian.

Dolar bisa mulai memperkirakan "beberapa kinerja yang kurang baik terhadap ekonomi maju yang tumbuh lebih agresif dalam pengetatan," tambahnya.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Ekonomi

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis