MATATELINGA. Jakarta - Dolar menguat karena pelaku pasar mencari aset yang aman di tengah konflik Rusia-Ukraina saat ini. Indeks dolar AS menguat signifikan pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).Di sisi ekonomi, pengusaha AS menambahkan 678.000 pekerjaan pada Februari karena lonjakan COVID-19 yang dipicu Omicron memudar, dengan tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 3,8%, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jum'at (04/03/2022). Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street memperkirakan 440.000 pekerjaan baru.
Baca Juga:BPK Perwakilan Sumut Apresiasi Pemko MedanIndeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, terangkat 0,88% pada 98,6460.Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0913 dari USD1,1062 di sesi sebelumnya dan pound Inggris turun menjadi USD1,3219 dari USD1,3337 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7370 dari USD0,7326. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (05/03/2022).Dolar AS dibeli 114,77 yen Jepang, lebih rendah dari 115,42 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9182 franc Swiss dari 0,9190 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2742 dolar Kanada dari 1,2681 dolar Kanada.