MATATELINGA. Jakarta - Untuk Kontrak emas paling aktif pada pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 29,3 dolar AS atau 1,49 persen, menjadi ditutup pada 1.995,90 dolar AS per ounce. Harga emas melonjak USD2.000 pada Selasa (08/03/2022).Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Minggu (06/03/2022) bahwa Washington sedang dalam "diskusi yang sangat aktif" dengan mitra Eropanya tentang larangan impor minyak dari Rusia.Di mana beberapa bank Rusia telah dihapus dari SWIFT, jaringan pembayaran internasional yang mengalirkan hampir semua informasi keuangan.
Baca Juga:Komisi I DPRD Medan Gelar RDP Dengan Pemko MedanLalu, Emas naik 4,2 persen dalam minggu lalu, yang mana kenaikan terbesar sejak Juli 2020.Kini, untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 6,9 sen atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 25,72 dolar AS per ounce.Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik 0,20 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 1.116,6 dolar AS per ounce.Perlu diketahui, hal ini merupakan harga penyelesaian emas tertinggi sejak pertengahan Agustus 2020.Melonjaknya harga tersebut karena meningkatnya agresi Rusia di Ukraina meningkatkan risiko geopolitik yang mendorong permintaan safe-haven terhadap logam kuning.Tercatat pada akhir pekan lalu, Jum'at (04/03/2022), emas berjangka melambung 30,7 dolar AS atau 1,59 persen menjadi 1.966,60 dolar AS, setelah meningkat 13,6 dolar AS atau 0,71 persen menjadi 1.935,90 dolar AS pada Kamis (03/03/2022), dan tergelincir 21,5 dolar AS atau 1,11 persen menjadi 1.922,30 dolar AS pada Rabu (02/03/2022).[br]Sementara, harga emas untuk sementara sempat melintasi 2.000 dolar AS pada Senin (07/03/2022). Ini pertama kali dalam setahun, tetapi gagal bertahan di atas level tersebut."Jika kita tidak melihat semacam de-eskalasi (antara Rusia dan Ukraina) segera, kita akan melihat emas pada rekor tertinggi lebih cepat," ujar Analis Senior di Kitco Metals Jim Wyckoff"Pasar saham berada dalam situasi kacau sekarang. Anda akan terus melihat tekanan jual dan itu juga bullish untuk logam," tambahnya.Kemudian, indeks utama Wall Street turun sekitar satu persen karena lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran tentang inflasi spiral. Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (08/03/2022).Adapun emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.Karena hal ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi