MATATELINGA. Jakarta - Tercatat kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,9 atau 0,48% menjadi ditutup pada USD1.848,40 per ounce, berbalik melemah dari kenaikan selama dua hari berturut-turut. Harga emas dunia menurun pada penutupan perdagangan Rabu (01/06/2022).indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,08% menjadi 101,7510. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik menjadi 2,85 persen karena investor terus menimbang kenaikan inflasi.Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan dalam pidatonya, mendukung kenaikan suku bunga 50 basis poin selama beberapa pertemuan berikutnya.Dia juga menyebut akan mendukung kenaikan yang melebihi level netral, saat ini dipatok sekitar 2,5% untuk suku bunga pinjaman acuan Federal Reserve.
Baca Juga:Bobby Nasution : Masyarakat Dapat Rasakan Hasil Pembangunan Yang DilakukanWaller adalah salah satu pejabat Federal Reserve yang paling hawkish.Rekan Waller, Presiden Fed New York John Williams, dan Presiden Fed St. Louis James Bullard berencana akan berbicara di acara terpisah pada Rabu waktu setempat. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (01/06/2022).Presiden Fed Cleveland Loretta Mester akan membahas prospek ekonomi sehari kemudian.Dilanjut dengan pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pinjaman acuan ke kisaran antara 2,5% dan 2,75%, sejalan dengan tingkat netral. Namun demikian, jika inflasi terus meningkat, Federal Reserve dapat melangkah lebih jauh.Sebagai informasi, Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Ketua Fed Jerome Powell tentang inflasi pada Selasa (31/05/2022).[br]Biden berjanji akan mematuhi independensi bank sentral AS.Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 40,8 sen atau 1,85%, menjadi ditutup pada USD21,688 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD25,3 atau 2,68%, menjadi ditutup pada USD968,30 per ounce.Hal ini karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan permintaan untuk logam kuning yang dipatok dalam mata uang AS dan mencatat kerugian bulanan kedua berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret 2021.