Matatelinga - Jakarta, Defisit terdiri dari surplus nonmigas sebesar USD299,2 juta dan defisit perdagangan migas sebesar USD604,3 juta. Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2014 kembali mengalami defisit USD305,1 juta. Menteri Perindustrian MS Hidayat berpendapat defisit tersebut terjadi akibat impor berlebihan yang terjadi menjelang lebaran. "Karena konsumsi naik, jadi sekarang ini barangkali dia akan normal kembali," ungkap Hidayat di Gedung Kementerian Perindustrian, Rabu (6/8/2014).Menurutnya, yang harus menjadi perhatian justru kenaikan berarti yang akan terjadi pada sektor ekspor. "Yang harus anda tengarai bahwa akan terjadi kenaikan ekspor sehubungan dengan selesainya masalah Freeport," lanjutnya.Dengan demikian, mulai bulan depan akan ada tambahan ekspor yang akan dilakukan Freeport. Namun, pelaksanaannya tetap diikuti dengan perjanjian yang ketat."Selama tiga tahun mereka melakukan ekspor tembaga konsentrat, tetap dalam jangka tiga tahun smelter mereka sudah selesai, jadi dalam tempo tiga tahun ini kita akan ada kenaikan ekspor," tukas dia.(Mt/Okz)