Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Imbas Kekhawatiran Resesi Global Harga Minyak Dunia Anjlok

Imbas Kekhawatiran Resesi Global Harga Minyak Dunia Anjlok

Redaksi - Rabu, 06 Juli 2022 07:05 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Akibat kekhawatiran resesi global dan penguncian di China serta penguatan greenback dapat memangkas permintaan. Harga minyak dunia anjlok pada penutupan perdagangan Rabu (06/07/2022),

Permintaan safe-haven untuk obligasi pemerintah AS mendorong dolar sekitar 1,3% menjadi 106,5350.

Sehingga pada gilirannya membebani minyak dalam denominasi greenback karena menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Tercatat bahwa euro jatuh ke level terendah dua dekade karena data menunjukkan pertumbuhan bisnis di seluruh zona euro melambat lebih lanjut bulan lalu, dengan indikator berwawasan ke depan menunjukkan kawasan itu bisa tergelincir ke penurunan kuartal ini karena krisis biaya hidup membuat konsumen waspada.

Baca Juga:Polresta Deli Serdang Gelar Upacara Peringatan HUT Bhayangkara Ke - 76

Di Korea Selatan, inflasi mencapai level tertinggi hampir 24 tahun pada Juni, menambah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Sementara kekhawatiran pasokan masih ada, awalnya mengangkat WTI dan Brent di awal sesi, karena gangguan produksi yang diperkirakan di Norwegia, di mana pekerja lepas pantai memulai pemogokan.

Pada akhir sesi, pemerintah Norwegia turun tangan untuk menghentikan pemogokan yang telah memangkas produksi minyak dan gas, kata seorang pemimpin serikat pekerja kepada Reuters.

Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, menaikkan harga minyak mentah Agustus untuk pembeli Asia mendekati level rekor di tengah ketatnya pasokan dan permintaan yang kuat.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan proposal yang dilaporkan dari Jepang untuk membatasi harga minyak Rusia sekitar setengah dari level saat ini akan berarti lebih sedikit minyak di pasar dan dapat mendorong harga di atas USD300-USD400 per barel.

[br]

Adapun pada global harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terperosok USD10,73 atau 9,5%, menjadi menetap di USD102,77 per barel. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (06/07/2022).

Kemudian, untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus merosot USD8,93 atau 8,2% menjadi ditutup di USD99,50 per barel.

Di mana kedua harga acuan mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 9 Maret dan memukul harga saham perusahaan minyak dan gas utama.

"Kami sedang mendapatkan krim dan satu-satunya cara Anda dapat menjelaskan adalah ketakutan akan resesi," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Robert Yawger.

"Anda sedang merasakan tekanan," tambahnya.

Dia juga menyebut harga minyak berjangka tenggelam bersama dengan gas alam, bensin dan ekuitas, yang sering menjadi indikator permintaan minyak mentah.

Diketahui, pengujian massal Covid-19 di China menebar kekhawatiran akan potensi penguncian yang mengancam akan memperdalam pengurangan konsumsi minyak.

Shanghai mengatakan akan memulai putaran baru pengujian massal terhadap 25 juta penduduknya selama periode tiga hari, mengutip upaya untuk melacak infeksi yang terkait dengan wabah di sebuah bar karaoke.

[br]

"Kami melihat beberapa likuidasi panik. Banyak kegugupan," ujar Wakil Presiden Senior untuk perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler.

Adapun kekhawatiran bahwa permintaan musim mengemudi musim panas AS akan turun setelah liburan 4 Juli juga tampaknya membebani pasar, kata Kissler.

Dow Jones Industrial Average tergelincir sekitar satu persen, sementara Indeks S&P 500 turun kurang dari 1%. Harga gas alam AS jatuh 4,7%, minyak pemanas turun sekitar 8,0% dan bensin untuk pengiriman di New York Harbor anjlok 10,5%.

Jika resesi benar-benar melanda, dan mengurangi permintaan energi secara signifikan, lebih banyak ayunan liar ke sisi bawah bisa terjadi, kata Presiden Konsultan Lipow Oil Associates, Andy Lipow.

"Pasar komoditas bisa sangat tak kenal ampun ketika Anda mengalami resesi dan pasokan melebihi permintaan," ucap Lipow.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Ekonomi

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis