MATATELINGA. Chicago - Harganya kian terus berubah ubah, namun pada kali ini harganya memperpanjang penurunan untuk dalam lima hari berturut-turut sekaligus mencatat kerugian mingguan. Harga emas terus-terusan turun hingga akhir perdagangan Jum'at.Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa percaya Federal Reserve akan melakukan apa yang diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke tingkat target Fed sebesar 2,0%, tetapi itu tidak mungkin terjadi segera.Komentarnya mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS, yang semakin mengurangi daya tarik emas.
Baca Juga:Peringatan 77 Tahun Kemerdekaan RI PTPN II Santuni 77 Anak YatimAdapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 39,5 sen atau 2,03% menjadi USD19,069 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD16,9 atau 1,87% menjadi USD888 per ounce.Harga emas terseret dolar AS yang lebih kuat di tengah Federal Reserve mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih besar.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange jatuh USD8,30 atau 0,47% menjadi USD1.762,90 per ounce. Untuk minggu ini, kontrak emas Desember kehilangan hampir USD53 atau 2,90%.[br]Dolar AS yang diperdagangkan terbalik terhadap emas, mulai merangkak naik. Pada perdagangan Jumat, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya menguat jauh lebih tajam mencapai tertinggi lima minggu di 108,14."Emas bergerak lebih rendah lagi karena dolar terus mendapat dukungan kuat," kata Analis OANDA, Craig Erlam, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (20/08/2022)."Kebangkitan greenback telah sangat membebani logam kuning yang sudah melihat aksi ambil untung setelah mencapai USD1.800," katanya.