MATATELINGA, Jakarta - Dolar menguat karena pelaku pasar menunggu pidato penting oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk petunjuk baru tentang seberapa agresif bank sentral dalam pertempurannya melawan inflasi. Indeks dolar AS menguat moderat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi Wib).Powell akan membuat pidato utama pada Jum'at (26/08/2022) di simposium bank-bank sentral Jackson Hole."Pasar akan mendengarkan setiap kata yang Tuan Powell katakan untuk mengumpulkan wawasan tentang berapa banyak Fed akan menaikkan suku pada 21 September," Kevin Matras, wakil presiden eksekutif di Zacks Investment Research, mengatakan Rabu (24/08/2022) dalam sebuah catatan.
Baca Juga:Hari Ini Musprov Digelar, Rahmaddian Shah Siap Pimpin KBI Sumut"Selain itu, mereka akan mencari petunjuk tentang apa yang terjadi setelah itu," katanya.Para pedagang berjangka dana Fed memperkirakan peluang 61% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi pada pertemuan September, dan probabilitas 39% untuk kenaikan 50 basis poin.Greenback dapat mengembalikan beberapa keuntungannya pada Jum'at (26/08/2022) jika Powell mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak pengetatan moneter.Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama rivalnya, naik 0,05% menjadi 108,67, bertahan sedikit di bawah level tertinggi 20 tahun di 109,29 yang dicapai pada 14 Juli, demikian seperti dikutip dari Okezone, Kamis (25/08/2022).[br]Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD0,9965 dari USD0,9963 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,1788 dari USD1,1818 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6906 dari USD0,6922.Dolar AS dibeli 137,09 yen Jepang, lebih tinggi dari 136,85 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9670 franc Swiss dari 0,9647 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2976 dolar Kanada dari 1,2964 dolar Kanada.