MATATELINGA, Jakarta - Nilainya alami perubahan hampir pada setiap harinya, kali ini IHSG diprediksi bergerak di rentang 7.056 - 7.154. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi pelemahan sepanjang perdagangan didorong sentimen Wall Street rebound.Pelemahan juga diiringi terjadinya penurunan EIDO serta kejatuhan harga beberapa komoditas, lanjut Edwin, di tengah aksi penantian kapan harga BBM dinaikkan serta berapa besar kenaikan harga BBM tersebut?Disisi lain, katalis yang berpotensi menahan IHSG tidak jatuh tajam adalah kenaikan harga beberapa komoditas seperti: Coal +3.45%, Oil +0.51% & Nikel +1.34% berpotensi menjadi pendorong naik saham-saham dibawah komoditas tersebut.
Baca Juga:Kapolda Sumut Turun Langsung di Lokasi Longsor di Desa JanggaPenasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, setelah seminggu lalu IHSG terkena profit taking alias turun sebesar 0,52%, di awal perdagangan pekan ini IHSG diperkirakan IHSG melanjutkan kejatuhannya."Kombinasi cukup tajamnya kejatuhan Indeks DJIA sebesar 3,03% setelah Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan The Fed tidak kendur menaikkan FFR dalam memerangi inflasi," ungkap Edwin dalam risetnya, seperti dikutip dari Okezone, Senin (29/08/2022).
Saham rekomendasi Buy: MEDC, PGAS, AKRA, EXCL, LSIP, ADMR, ESSA, ERAA, UNTR
Saham-saham rekomendasi Edwin Sebayang yang dapat menjadi pilihan diantaranya:[br]MEDC 800 - 900PGAS 1,850 - 2,040AKRA 1,170 - 1,290EXCL 2,570 - 2,840LSIP 1,170 - 1,300