Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Wall Street Ditutup Melemah, Sebanyak 3 Indeks Utama Turun 1%

Wall Street Ditutup Melemah, Sebanyak 3 Indeks Utama Turun 1%

Redaksi - Sabtu, 03 September 2022 10:00 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta - Bursa saham AS melemah dipicu kenaikan tingkat pengangguran menjadi 3,7% meredakan beberapa kekhawatiran Federal Reserve akan agresif dalam menaikkan suku bunga. Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).

Untuk minggu ini, indeks Dow melemah 3,0%, indeks S&P 500 merosot 3,3% dan Komposit Nasdaq jatuh 4,2%. Ketiga indeks utama membukukan kerugian mingguan ketiga berturut-turut.

Kenaikan awal sesi saham-saham AS terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan untuk Agustus dalam laporan penggajian non-pertanian (non-farm payroll/NFP), meskipun mengutip lebih banyak pekerjaan baru untuk bulan tersebut daripada perkiraan para ekonom.

Baca Juga:Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan Cek Dan Monitoring SPBU

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jum'at (02/09/2022) bahwa data penggajian non-pertanian Agustus meningkat 315.000 menyusul revisi turun 526.000 pada Juli, dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%.

"Gambaran kasar angka penggajian adalah salah satu dari pertumbuhan pekerjaan yang secara bertahap melambat dari terik menjadi panas, masih terlalu cepat untuk The Fed," Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, mengatakan Jum'at (02/09/2022) dalam sebuah catatan.

Dalam pidato minggu lalu di simposium bank-bank sentral Jackson Hole, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan "beberapa pelunakan" kondisi pasar tenaga kerja kemungkinan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi menuju target Fed sebesar 2,0%.

Pasar saham masih berada di bawah tekanan kekhawatiran pengetatan kebijakan agresif The Fed yang telah mengirim saham lebih rendah setelah mencapai level tertinggi empat bulan pada pertengahan Agustus, dengan S&P 500 jatuh sekitar 7,0% sejak sehari sebelum pernyataan hawkish Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu tentang kenaikan suku bunga.

[br]

Fokus pasar sekarang bergeser ke laporan harga konsumen Agustus yang akan dirilis pertengahan bulan, data utama terakhir yang tersedia sebelum pertemuan kebijakan Fed 20-21 September. Pasar AS akan tutup pada Senin (05/09/2022) untuk libur Hari Buruh.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 337,98 poin atau 1,07%, menjadi menetap di 31.318,44 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 42,59 poin atau 1,07%, menjadi berakhir di 3.924,26. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 154,27 poin atau 1,31%, menjadi ditutup pada 11.630,86 poin, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu, (03/09/2022).

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan real estat masing-masing jatuh 1,85% dan 1,68%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,81%, merupakan satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui