MATATELINGA, Jakarta - Harga emas berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya, karena investor bereaksi terhadap pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, namun dolar AS yang melemah menahan kerugian logam kuning lebih lanjut. Harga emas berjangka hari ini turun pada akhir perdagangan Kamis (Jum'at pagi Wib).Pernyataan Ketua The Fed yang menegaskan kembali komitmennya terhadap sikap kebijakan hawkish meredam emas, karena mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tajam oleh bank sentral.Harga emas berada di bawah tekanan tambahan karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 6.000 ke penyesuaian musiman 222.000 untuk pekan yang berakhir 3 September, terendah dalam tiga bulan terakhir.
Baca Juga:Sosialisasi Kekayaan Intelektual Bersama Bupati Karo , Staf Kemenkumham Bane Manalu Sampaikan Pesan IniKontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD7,60 atau 0,44% menjadi ditutup pada USD1.720,20 per ounce, setelah menyentuh posisi terendah sesi di USD1.713,70 per ounce, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (09/09/2022)Bursa Comex tutup pada Senin (05/09/2022) untuk libur Hari Buruh AS. Selama diskusi di konferensi moneter Cato Institute pada Kamis (8/9/2022), Powell mengatakan The Fed sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, dan bahwa Fed menerima tanggung jawab untuk menstabilkan harga-harga, yang didefinisikan sebagai inflasi 2,0% dari waktu ke waktu.Sementara itu dolar AS melemah di tengah penguatan euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (08/09/2022) menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin.Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 18,2 sen atau 1,0%, menjadi ditutup pada USD18,442 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD19,2 atau 2,27%, menjadi ditutup pada USD866,40 per ounce.