MATATELINGA, New York - Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kini harga minyaknaik hingga 4% pada akhir perdagangan Jum'at. Hal ini akibat pelemahan dolar AS, pengurangan dan ancaman pasokan Rusia.Perlu untuk diketahui, Kota Chengdu memperpanjang penguncian untuk sebagian besar dari lebih dari 21 juta penduduknya pada Kamis (08/09/2022), sementara jutaan lainnya di bagian lain China diberitahu untuk menghindari perjalanan selama liburan mendatang.Pasar mengabaikan lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS melaporkan Kamis (08/09/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar 8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September.
Baca Juga:Polsek Lahewa Berikan Tali Asih untuk Warga Kurang MampuAnalis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober terangkat USD3,25 atau 3,9% menjadi USD86,79 per barel di New York Mercantile Exchange.Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November bertambah USD3,69 atau 4,1% menjadi USD92,84 per barel di London ICE Futures Exchange.[br]Meskipun membukukan kenaikan tajam, kekhawatiran permintaan membuat harga minyak lebih rendah dalam seminggu ini. WTI mencatat kerugian mingguan 0,1%, sementara Brent turun 0,2% berdasarkan kontrak bulan depan.Harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS. Di mana indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,64% menjadi 109,0030 pada akhir perdagangan.Namun harga minyaka tertekan dengan ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia mengancam akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke Eropa jika pembatasan harga diberlakukan dan pemotongan kecil untuk rencana produksi minyak OPEC+ yang diumumkan minggu ini juga mendukung harga."Selama beberapa bulan mendatang, Barat harus menghadapi risiko kehilangan pasokan energi Rusia dan melonjaknya harga minyak," kata Pialang Minyak PVM, Stephen Brennock, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (10/09/2022).