MATATELINGA, Jakarta : Dolar terapresiasi secara tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib) karena berlanjutnya pelemahan pound Inggris. Indeks dolar AS perkasa di tengah gejolak mata uang Inggris.Pada Senin, Gubernur bank sentral Inggris (BOE) Andrew Bailey berusaha menenangkan pasar dengan mengatakan bank tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga sebanyak yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Tetapi pernyataan itu tidak banyak membantu meningkatkan mata uang, yang merosot sesudahnya.Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD0,9615 dari USD0,9674 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,0688 dari USD1,0847 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6459 dari USD0,6517.
Baca Juga:Waduh, Pasokan Obat Malaria Lagi Kosong Nih, Kok Bisa?Dolar AS dibeli 144,51 yen Jepang, lebih tinggi dari 143,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9943 franc Swiss dari 0,9828 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3735 dolar Kanada dari 1,3604 dolar Kanada.Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,81% menjadi 114,1030, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (27/09/2022).Sterling jatuh lebih jauh pada Senin (26/9/2022) ke serendah USD1,035 rekor terlemah dan pasar opsi menunjukkan pedagang memperkirakan akan terus jatuh, setelah penurunan 3,6% pada Jum'at (23/09/2022), karena investor terus bereaksi terhadap paket pemotongan pajak yang diumumkan oleh pemerintah Inggris.