Matatelinga - Jakarta, Imbasnya, nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan. Positifnya rilis data housing market index di Amerika Serikat (AS) memberikan sentimen positif bagi penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Analis Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan bahwa pelaku pasar mencermati rilis data tersebut karena dinilai dapat memicu The Fed untuk segera menaikkan suku bunga Fed rate. "Laju Rupiah melemah terbatas setelah terimbas kondisi tersebut. Laju Rupiah di atas level support Rp11.690 per USD. Laju Rupiah cenderung bergerak variatif dan berpeluang tertekan seiring dengan berbalik menguatnya dolar AS," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (20/8/2014). Menurut dia, Rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp11.695-Rp11.660 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). Dia melanjutkan, berita akan adanya stimulus tambahan pemerintah China turut menambah sentimen positif. Bahkan rilis berita adanya injeksi aset dari BUMN China turut direspons positif. "Pelaku pasar juga berspekulasi positif terhadap hasil pertemuan para Bank Sentral di Jackson Hole yang akan membahas upaya pemulihan ekonomi dan kebijakan moneter," tukas dia.(Mt/Okz)