MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali alami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (20/10/2022). Harga emas dunia merosot di bawah level psikologis USD1.650.Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan The Fed dapat mendorong suku bunga acuannya di atas 4,75% jika inflasi yang mendasarinya tidak mereda.Komentarnya datang hanya beberapa hari setelah data menunjukkan inflasi AS tetap keras di dekat level tertinggi 40 tahun meskipun terjadi serangkaian kenaikan suku bunga tajam tahun ini.
Baca Juga:Plt Bupati Langkat Buka FGD I-PRO Pengembangan Pariwisata Bukit Lawang Dan TangkahanPresiden Fed Atlanta Raphael Bostic juga menekankan perlunya mengendalikan inflasi, mengutip tekanan pada pasar tenaga kerja dari kenaikan suku bunga dan harga.Di mana imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 13 basis poin menjadi sekitar 4,13 persen pada Rabu (19/10/2022) sore, sementara imbal hasil pada surat utang pemerintah AS 2-tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga naik menjadi 4,55 persen.Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang meningkat adalah bullish bagi dolar, sedangkan imbal hasil yang turun adalah bearish bagi dolar.Sehingga hal itu memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut tertekan dolar AS yang menguat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan melonjak ke level tertinggi 14 tahun. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (20/10/2022).[br]Adapun kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD21,60 atau 1,3%, menjadi ditutup pada USD1.634,20 per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran terendah sesi di USD1.634,90 dan tertinggi di USD1.659,80.Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 24,1 sen atau 1,3%, menjadi ditutup pada USD18,359 per ounce.Platinum untuk pengiriman Januari turun USD26,20 atau 2,89%, menjadi ditutup pada USD881,10 per ounce.Kemudian, dolar menguat menyusul serangkaian komentar hawkish dari pejabat Fed.