Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dipicu China Longgarkan Aturan Covid-19, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Dipicu China Longgarkan Aturan Covid-19, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Redaksi - Jumat, 21 Oktober 2022 09:05 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Karena kekhawatiran tentang inflasi yang mengurangi permintaan minyak bersaing dengan berita bahwa China sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan tindakan karantina Covid-19 bagi pengunjung. Harga minyak mentah bervariasi pada akhir perdagangan Jum'at (21/10/2022).

Kemudian, China, importir minyak mentah terbesar di dunia, telah menerapkan pembatasan ketat Covid-19 tahun ini, yang sangat membebani aktivitas bisnis dan ekonomi, sehingga menurunkan permintaan bahan bakar.

Larangan Uni Eropa yang membayangi terhadap minyak mentah dan produk minyak Rusia, serta pengurangan produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, juga telah mendukung harga.

Baca Juga:Ada Upaya Menghalangi Penertiban Kawasan Bumper Sibolangit, Kasatpol PP Sumut Angkat Bicara

OPEC+ menyepakati pengurangan produksi 2 juta barel per hari pada awal Oktober.

Sebagai informasi, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana pada Rabu (19/10/2022) untuk menjual sisa pelepasannya dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) negara itu pada akhir tahun,

atau 15 juta barel minyak, dan mulai mengisi kembali persediaan saat ia mencoba untuk meredam tingginya harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu pada 8 November.

Tetapi pengumuman tersebut gagal menurunkan harga minyak, karena data resmi AS menunjukkan bahwa SPR pekan lalu turun ke level terendah sejak pertengahan 1984, sementara stok minyak komersial turun secara tak terduga.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 3 sen atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD92,38 per barel di London ICE Futures Exchange. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (21/10/2022).

[br]

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November yang berakhir pada Kamis (20/10/2022), terangkat 43 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di USD85,98 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun untuk melawan inflasi, Federal Reserve AS berusaha memperlambat ekonomi dan akan terus menaikkan target suku bunga jangka pendeknya.

Indeks dolar AS memangkas kerugian setelah komentar tersebut, membebani harga minyak. Dolar yang lebih kuat mengurangi permintaan minyak dengan membuat bahan bakar lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Harker mengatakan bahwa perang terhadap inflasi baru saja dimulai," kata Analis Price Futures Group Phill Flynn di Chicago.

Namun, mendukung harga, Beijing sedang mempertimbangkan untuk memotong periode karantina bagi pengunjung menjadi tujuh hari dari 10 hari.

"Itu dilihat sebagai indikator permintaan positif untuk pasar," ucap Direktur Energi Berjangka Bob Yawger di Mizuho di New York.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Gejolak Harga Minyak, Gangguan Jalur Pelayaran, Hingga Tekanan Pasok Pangan

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah