MATATELINGA, Jakarta : Tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi dipicu komentar hawkish pejabat Federal Reserve (Fed) yang mendorong prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. Harga emas melemah pada akhir perdagangan Sabtu (19/11/2022).Presiden The Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Kamis (17/11/2022) bahwa suku bunga acuan kebijakan Fed mungkin perlu naik lebih jauh dari yang diantisipasi investor, menyatakan mungkin perlu naik sejauh 7,0%, yang menakuti pasar saham dan obligasi. Dia mengatakan bahwa minimal, suku bunga kebijakan Fed harus mencapai 5,0%.Kemudian, komentarnya muncul setelah data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan minggu ini, menunjukkan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap membandel dalam waktu dekat.
Baca Juga:Curah Hujan Kemungkinan Tinggi Hingga Januari, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Dini"Emas sedikit berkilau (pada Jumat pagi) karena dolar melemah, memulihkan beberapa penurunan sesi sebelumnya di tengah komentar hawkish tentang suku bunga dari pejabat Fed," tulis Analis Riset Senior FXTM, Lukman Otunuga.Harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh USD8,6 atau 0,49% menjadi ditutup pada USD1.754,40 per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran teratas sesi USD1.769,90 dan terendah di USD1.750,50. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (19/11/2022).Adapun untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,2 sen atau 0,1%, menjadi ditutup pada USD20,997 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD7,20 atau 0,73% menjadi ditutup pada USD984,30 per ounce.[br]Keuntungan awal pekan ini dengan cepat terpotong oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, setelah banyak pembicara Fed menyatakan bahwa sementara bank sentral akan menaikkan suku bunga pada kecepatan yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang, itu jauh dari menghentikan kenaikan suku bunga.