Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Brent dan WTI Merosot

Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Brent dan WTI Merosot

Redaksi - Sabtu, 03 Desember 2022 12:03 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Menjelang pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) pada Minggu (04/12/2022) dan larangan Uni Eropa (UE) pada minyak mentah Rusia pada Senin (05/12/2022). Harga minyak berjangka tergelincir 1,5% dalam perdagangan berombak pada akhir transaksi Jum'at (Sabtu pagi Wib).

Produksi minyak Rusia bisa turun 500.000 menjadi 1 juta barel per hari pada awal 2023 karena larangan Uni Eropa atas impor melalui laut mulai Senin (05/12/2022), kata dua sumber di produsen utama Rusia.

Polandia menyetujui kesepakatan Uni Eropa untuk batas harga 60 dolar AS per barel pada minyak lintas laut Rusia, yang memungkinkan blok untuk bergerak maju dengan secara resmi menyetujui kesepakatan tersebut selama akhir pekan, Duta Besar Polandia untuk Uni Eropa Andrzej Sados, mengatakan.

Baca Juga:Musa Rajekshah Ajak Masyarakat Memakmurkannya

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan batas harga minyak Rusia akan disesuaikan dari waktu ke waktu sehingga Uni Eropa dapat bereaksi terhadap perkembangan pasar.

Minyak mentah Ural Rusia diperdagangkan sekitar 70 dolar AS per barel pada Kamis (01/12/2022) sore. Batas itu dirancang untuk membatasi pendapatan ke Rusia, sementara tidak mengakibatkan lonjakan harga minyak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot 1,31 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi menetap di 85,57 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari terpangkas 1,24 dolar AS atau 1,5 persen, menjadi ditutup di 79,98 dolar AS per barel.

Kedua kontrak turun, setelah keluar dan masuk dari wilayah negatif, tetapi membukukan kenaikan mingguan pertama mereka masing-masing sekitar 2,5 persen untuk Brent dan 5,0 persen untuk WTI, setelah tiga minggu berturut-turut mencatat penurunan.

[br]

"Pedagang akan ragu-ragu untuk menjual selama akhir pekan jika ada gemuruh yang berkembang bahwa OPEC+ mungkin mencoba untuk mengejutkan pasar pada pertemuan akhir pekan mereka," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (03/12/2022).

OPEC+ secara luas diperkirakan akan tetap pada target terbarunya untuk mengurangi produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari (bph) ketika bertemu pada Minggu (4/12), tetapi beberapa analis percaya bahwa harga minyak mentah dapat turun jika kelompok tersebut tidak melakukan pemotongan lebih lanjut.

"Minyak mentah membawa risiko akhir pekan yang lebih signifikan dan bisa sangat fluktuatif pada pembukaan minggu depan," kata analis Oanda, Craig Erlam, pandangan yang digaungkan oleh analis lainnya.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI