MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan pada kali ini, pada akhir perdagangan Rabu bursa saham AS, Wall Street anjlok. Wall Street melemah karena Federal Reserve memutuskan kenaikan suku bunga 50 basis poin.Sebagai informasi, Bank Sentral AS menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada Rabu 14 Desember 2022 dan memproyeksikan kenaikan 75 basis poin tambahan dalam biaya pinjaman pada akhir tahun 2023, serta peningkatan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang hampir terhenti.Adapun data proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed menunjukkan bahwa para gubernur Bank sentral AS memperkirakan suku bunga kebijakan sekarang dalam kisaran 4,25% hingga 4,5% dan mencapai 5,1% pada akhir tahun depan.
Baca Juga:Jadi Angkutan Favorit Pemudik, Ijeck Apresiasi Layanan dan Kesiapan KAI SumutKetua Fed Jerome Powell mengatakan, terlalu dini untuk berbicara tentang pemotongan suku bunga karena fokusnya adalah membuat kebijakan untuk mendorong inflasi turun ke target 2,0%. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (15/12/2022).Di sisi lain, data ekonomi AS memang menunjukkan bahwa inflasi konsumen untuk November menurun. Hal ini juga yang membuat Fed untuk menghentikan kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi tahun depan.Terlepas dari pernyataan Fed, imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit lebih rendah setelah awalnya melonjak setelah pengumuman Fed tersebut.Strategi kenaikan suku bunga agresif oleh bank-bank sentral utama di seluruh dunia telah meningkatkan kekhawatiran ekonomi global dapat didorong ke dalam resesi dan sangat membebani aset berisiko seperti ekuitas tahun ini.[br]Meski kenaikan tersebut sesuai dengan harapan para investor, The Fed mengisyaratkan akan ada kenaikan lebih lanjut untuk periode yang lebih lama.Indeks Dow Jones Industrial Average turun 142,29 poin atau 0,42% menjadi 33.966,35 poin. Indeks S&P 500 jatuh 24,33 poin atau 0,61% menjadi 3.995,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 85,93 poin atau 0,76% menjadi 11.170,89 poin.Hampir semua dari 11 sektor utama S&P berada di wilayah negatif. Hanya sektor kesehatan yang menjadi satu-satunya pendorong. Sedangkan sektor keuangan merosot 1,29% atau menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.