MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan kali ini, pada akhir perdagangan Kamis, harga emas turun di bawah level USD1.800. Harga emas tertekan menguatnya dolar AS setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin dan memberikan tanda lebih hawkish dari yang diperkirakan.Powell berpendapat bahwa kesulitan terbesar bagi ekonomi AS adalah kegagalan menaikkan suku bunga yang cukup tinggi untuk menurunkan inflasi. Pernyataan Powell agak lebih hawkish daripada ekspektasi pasar dan mendorong dolar AS lebih tinggi.Naiknya suku bunga adalah hambatan terbesar bagi pasar emas tahun ini, karena meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (16/12/2022).
Baca Juga:Dinas Cikataru Deli Serdang Ngutang kepada RekananSelain itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa permohonan untuk klaim pengangguran turun menjadi 211.000 dalam pekan yang berakhir 10 Desember, berkurang 20.000 dari 231.000 minggu sebelumnya.Departemen Perdagangan AS juga melaporkan penjualan ritel AS turun 0,6% pada November dari Oktober.Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,1 sen atau 3,44% menjadi USD23,305 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD25,50 atau 2,45% menjadi USD1.013,20 per ounce.[br]Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange turun USD30,90 atau 1,7% menjadi USD1.787,80 per ounce, setelah diperdagangkan pada level tertinggi USD1.819,70 dan terendah di USD1.782,00.Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu 14 Desember 2022. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak mengharapkan penurunan suku bunga sampaiKomite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yakin inflasi turun menjadi 2,0% dan Fed tidak akan mempertimbangkan untuk menaikkan target inflasi 2,0%.