MATATELINGA, Jakarta : Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat pemerintah kian genjar untuk mencari solusi guna menanggulanginya. Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal pun dipilih guna untuk menanggulang hal tersebut dan akan di mulai di triwulan pertama tahun 2023.Seiring dengan mulai pulihnya pandemi Covid-19, Komite Cipta Kerja diharapkan segera menjalankan Skema Normal dengan pelatihan offline yang merupakan desain awal Program Kartu Prakerja.Skema Normal merupakan skema program Kartu Prakerja yang lebih memfokuskan bantuan untuk meningkatkan skill dan produktivitas angkatan kerja,
Baca Juga:Melalui Dinas Pendidikan, Pemko Medan Salurkan Bantuan untuk Siswa Miskinberupa bantuan biaya pelatihan secara langsung kepada peserta dan juga insentif usai menyelesaikan pelatihan, dengan ragam pelatihan skilling, reskilling, dan upskilling.Dalam menyiapkan Skema Normal, Perubahan Kedua Peraturan Presiden terkait Kartu Prakerja telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 113 Tahun 2022.Adapun Perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai peraturan pelaksanaan juga telah ditetapkan melalui Permenko Nomor 17 Tahun 2022.Untuk persiapan pelaksanaannya sudah mulai dilakukan pada akhir tahun ini. Adapun program ini menargetkan bisa menjangkau 1 juta penerima dengan metode pelatihan secara hybrid.[br]"Di tahun 2023 nanti, Program Kartu Prakerja dengan Skema Normal ditargetkan akan menjangkau 1 juta penerima.Dengan Skema Normal ini, metode pelatihan akan dilakukan secara offline, online, dan hybrid serta insentif yang diberikan akan dilakukan penyesuaian," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seperti dikutip dari Okezone, Minggu (25/12/2022).