Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dibanderol USD81,6/Barel, Harga Minyak Dunia Bergerak Mixed

Dibanderol USD81,6/Barel, Harga Minyak Dunia Bergerak Mixed

Redaksi - Selasa, 24 Januari 2023 08:15 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan kali ini, pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib) harga minyak dunia bergerak mixed atau dua arah. Harga minyak mixed setelah investor menguangkan dari lompatan ke level tertinggi tujuh minggu di tengah optimisme tentang kemungkinan pemulihan permintaan importir minyak utama China saat ekonomi pulih tahun ini dari penguncian pandemi.

Data menunjukkan peningkatan yang kuat dalam perjalanan di China setelah pembatasan COVID-19 dilonggarkan, analis komoditas ANZ mengatakan dalam sebuah catatan, menunjukkan bahwa kemacetan lalu lintas jalan di 15 kota utama negara itu sejauh bulan ini naik 22% dari setahun lalu.

Harga minyak mentah di sebagian besar pasar fisik dunia telah memulai tahun ini dengan reli, karena China telah menunjukkan tanda-tanda pembelian lebih banyak dan pedagang khawatir sanksi terhadap Rusia dapat memperketat pasokan.

Baca Juga:Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Lepas Pejabatnya

"Sementara pembukaan kembali (China) itu sendiri tidak diragukan lagi akan menjadi rumit, terutama selama musim liburan, indikasi awal menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas, yang berarti ekonomi dapat bekerja lebih baik," kata analis OANDA, Craig Erlam.

Brent diperkirakan akan bergerak kembali ke kisaran antara USD90 hingga USD100, karena pasar minyak semakin ketat, kata Erlam.

Koalisi Uni Eropa dan Kelompok Tujuh (G7) akan membatasi harga produk olahan Rusia mulai 5 Februari, selain batasan harga minyak mentah Rusia yang berlaku sejak Desember dan embargo Uni Eropa atas impor minyak mentah Rusia melalui laut.

G7 telah setuju untuk menunda peninjauan tingkat batas harga minyak Rusia hingga Maret, sebulan lebih lambat dari yang direncanakan, untuk memberikan waktu untuk menilai dampak dari batas harga produk minyak.

[br]

Harga Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret menetap 56 sen lebih tinggi pada USD88,19 per barel, setelah mencapai puncak sesi USD89,09 per barel, tertinggi sejak 1 Desember, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (24/01/2023).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup 2 sen lebih rendah pada 81,62 dolar AS per barel, mundur dari puncak sesi di USD82,64 per barel, tertinggi sejak 5 Desember.

Harga mundur pada akhir sesi karena investor mengambil keuntungan, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group. Tetap saja, pasar ingin mempertahankan posisi long jika pertumbuhan China berlanjut, kata Sukrit Vijayakar, direktur konsultan energi Trifecta yang berbasis di Mumbai.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Ekonomi

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Ekonomi

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Ekonomi

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU