MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap seklai mengalamai perubahan hampir pada setiap harinya. Dan kali ini, pada akhir perdagangan Jum'at (27/01/2023) harga emas dunia jatuh, menghentikan kenaikan selama lima sesi berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus tahun lalu.Kemunduran emas Sebagian disebabkan oleh angka PDB AS yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal keempat tahun lalu."Emas sedikit melemah karena data PDB AS yang lebih baik dari perkiraan mendukung argumen bahwa Fed masih dapat memberikan soft-landing terhadap ekonomi versus kekhawatiran resesi," kata Analis di Platform Perdagangan daring OANDA, Ed Moya.
Baca Juga:Binjai Rangking Terakhir Kwalitas Pelayanan Publik se-Sumut, Walikota Ancam Copot Pimpinan OPDDepartemen Perdagangan AS melaporkan pesanan baru untuk manufaktur barang tahan lama AS tumbuh 5,6 persen pada Desember, setelah jatuh 1,7 persen pada November. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama melonjak sebesar 2,5 persen.Penjualan rumah baru AS yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS meningkat 2,3% pada Desember ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 616.000. Ini merupakan level tertinggi sejak Agustus.Di mana ini terjadi setelah data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan mengangkat dolar lebih tinggi, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (27/01/2023).Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD12,6 atau 0,65% menjadi ditutup pada USD1.930,00 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tingkat tertinggi sesi USD1.949,80 dan terendah USD1.918,40.[br]Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 7,9 sen atau 0,33%, menjadi menetap pada USD24,02 per ounce.Platinum untuk pengiriman April tergelincir USD23,10 atau 2,21%, menjadi ditutup pada USD1.023,00 per ounce.Dolar AS juga menguat mengikuti data PDB, sehingga meredam daya tarik emas karena membuat harga logam kuning lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.