MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan kali ini, di akhir perdagangan Jum'at harga minyak menurun. Hal ini karena indikasi pasokan minyak Rusia menguat mengimbangi data pertumbuhan ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.Delegasi OPEC+ bertemu minggu depan untuk meninjau tingkat produksi minyak mentah, dengan sumber dari kelompok produsen minyak memperkirakan tidak ada perubahan pada kebijakan produksi saat ini.Keputusan Federal Reserve AS selanjutnya tentang suku bunga akan dibuat di pertemuan pada 31 Januari dan 1 Februari dengan latar belakang penurunan inflasi dan produk domestik bruto yang tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan 2,9% pada kuartal keempat.
Baca Juga:Prabowo Subianto Bantu Rp 3 Miliar Untuk Pembangunan Masjid AgungMinyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun USD1,33 atau 1,6% menjadi USD79,68 per barel di New York Mercantile Exchange.Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret tergelincir 81 sen atau 0,9% menjadi USD86,66 per barel di London ICE Futures Exchange. Untuk minggu ini, minyak mentah AS melemah 2,0% dan Brent hanya terdongkrak 3 sen.Pemuatan minyak dari pelabuhan Baltik Rusia naik sebesar 50% bulan ini. Hal tersebut karena penjual mencoba memenuhi permintaan di Asia dan keuntungan dari kenaikan harga energi global.Pemuatan minyak mentah Ural dan KEBCO dari Ust-Luga selama 1-10 Februari dapat naik menjadi 1,0 juta ton dari 0,9 juta dalam rencana untuk periode yang sama di Januari.[br]"Jika pasokan Rusia tetap kuat menjelang bulan depan, minyak mungkin akan terus turun," kata Partner Again Capital LLC, John Kilduff, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (28/01/2023).Dia menambahkan, aksi ambil untung menjelang akhir pekan mungkin juga telah mendorong harga lebih rendah. Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menjaga rig minyak dan gas alam tetap stabil di 771, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan dalam laporannya yang diikuti pada Jum'at (27/01/2023).