MATATELINGA, Jakarta : Kian terus berkembang untuk lebih maju, akan hal tersebut pemerintah kian terus mempersiapkan aplikasi yang nantinya digunakan untuk sistem pembayaran tol non-tunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Hal tersebut menunjukkan tahapan menuju pembayaran tol tanpa henti terus dimatangkan.Akan tetapi, dilihat dari sisi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengaku belum siap menerapkan kebijakan tersebut. Pengusaha melihat perlunya kajian lebih mendalam dari penerapan MLFF.
Berikut fakta-fakta menarik terkait penerapan MLFF yang telah dirangkum, seperti dikutip dari Okezone, Minggu (12/02/2023):1. Aturan MLFF Terbit Maret 2023Baca Juga:Latih Tim Medsos Kecamatan Medan Sunggal, Diskominfo Medan : Tingkatkan Kualitas Penyampaian Pesan PembangunanKepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Ali Rachmadi memastikan peraturan itu akan rampung di bulan depan.Ali menjelaskan dalam RPP tersebut nantinya bakal menjadi payung hukum dari penerapan MLFF.Karena nantinya PT RTS (Roatex Indonesia Toll System) yang akan menjadi clearinghouse atau lembaga yang ditunjuk untuk memfasilitasi transaksi tol nir sentuh."Kalau RPP kita harapkan selesai dahulu di bukan Maret, tapi kalau uji coba kita siapkan infrastruktur sampai tuntas, baru kita lakukan uji coba sesegera mungkin," kata Ali.
2. Uji Coba MLFFPada tahap uji di ruas tol Bali - Mandara ini nantinya juga masih masa transisi.Artinya pada satu gerbang tol yang akan diterapkan teknologi MLFF, tetap diberikan palang tol.Akan tetapi gerbang tol bakal otomatis terbuka jika pengendara sudah mempunyai aplikasi cantas sebagai platform teknologi tersebut.[br]
3. Pakai Aplikasi CantasBadan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan bahwa peluncuran aplikasi Cantas untuk sistem pembayaran tol non-tunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) menunggu persetujuan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono."Kalau memang aplikasi Cantas ini mau diluncurkan, kami menunggu terlebih dahulu persetujuan dari bapak Menteri PUPR," ujar Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sekretariat BPJT Kementerian PUPR Ali Rachmadi.Aplikasi ini akan terhubung dengan source of fund, di mana masih harus diintegrasikan dengan perbankan dan sebagainya.
4. BUJT Belum Siap Terapkan MLFFAnggota Komisi V DPR Sudewo mengaku banyak BUJT memberikan laporan terkait MLFF. Mereka meminta supaya dikaji lebih dalam karena teknologi ini menjadi yang pertama kali diterapkan di Indonesia."Kemarin sedikit banyak dari asosiasi BUJT menyampaikan, agar betul-betul dilaksanakan secara transparan, dan akuntabilitas bida dipertanggungjawabkan, karena teknologi ini baru pertama jaku dilaksanakan di Indonesia, masih banyak hal yang perlu dipelajari, teknologi hingga masyarakatnya," ujar Sudewo.Dirinya juga khawatir bahwa penerapan MLFF yang cukup rumit menggunakan teknologi justru bisa mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol dan bisa berdampak pada kerugian para BUJT.