MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini, di akhir perdagangan Selasa harga minyak turun. Hal ini karena berlanjutnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan mendorong investor mengambil untung dari kenaikan hari sebelumnya.Sementar itu, menguatnya dolar AS membuat minyak berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.Di awal sesi, pasar menguat dengan Brent sempat berbalik positif, setelah survei aktivitas bisnis yang lebih baik dari perkiraan di Eropa dan Inggris menunjukkan prospek ekonomi Eropa yang kurang suram daripada yang ditakuti sebelumnya.
Baca Juga:Buka Kriya Fest 2023, Nawal Ajak Masyarakat Bangga Buatan SumutStok minyak mentah AS telah tumbuh setiap minggu selama sekitar dua bulan, dan diperkirakan dalam jajak pendapat Reuters telah meningkat 1,2 juta barel minggu lalu.Namun, tanda-tanda pasokan yang lebih ketat memberi dukungan pada harga.Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun 18 sen atau 0,2% menjadi USD76,16 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April jatuh USD1,02 atau 1,2% menjadi USD83,05 per barel di London ICE Futures Exchange.[br]"Pergerakan harga hari ini tampaknya lebih bersifat teknis. Sepertinya kita memudar pada saat yang sama, kekhawatiran lama bahwa dolar akan menjadi kuat dan tentang situasi suku bunga," ujar Analis Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip dari Okezone, Rabu (22/02/2023).Fokus di pasar keuangan sekarang lebih kuat. Di mana investor menantikan rilis terbaru dari pertemuan Federal Reserve AS hari ini.