MATATELINGA, Jakarta : Dikarenakan pandemi Covid-19 melanda tanah air cukup begitu parah, hingga berdampak keseluruh kalangan khususnya bagai para pekerja maka pemerintah kian genjar mencari solusi untuk menanggulanginya. Dan BLT subsidi gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) di pilih untuk hal tersebut namun kini dipastikan tidak diperpanjang lagi pada tahun ini.Di dua tahun sebelumnya atau selama pandemi Covid-19 meluas di Indonesia bantuan sosial (Bansos) tersebut adalah salah satu yang menjadi andalan bagi para pekerja.Akan hal tersebut, kami pun telah merangkum fakta-fakta menarik terkait penghapusan BLT subsidi gaji tersebut, seperti dikutip dari Okezone, Senin (27/02/2023).
Baca Juga:Keseruan F1H20 Danau Toba Dirasakan Jokowi dan Masyarakat *Puluhan Ribu Orang Tumpah di Balige1. Padahal 2023 jadi Tahun TerberatWalaupun saat ini ada ancaman resesi global namun pemerintah belum mengeluarkan kebijakan subsidi bagi pekerja. meskipun terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran akibat resesi global.
2. BLT BuruhWalau tidak secara keseluruhan pekerja mendapat BLT subsidi gaji, tapi masih ada buruh rokok yang mendapat bantuan.Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Agustinus Agung Karyanto membenarkan sudah menerima data calon penerima BLT buruh rokok.“BLT yang diberikan untuk alokasi dua bulan, yakni Maret dan April 2023, yang akan diberikan sekaligus saat menjelang Lebaran," katanya.[br]
3. Alasan BLT Subsidi Gaji Tidak DiperpanjangMenteri Ketenagakerjaan (menaker) Ida Fauziyah mengatakan, BSU pekerja tidak diperpanjang lagi karena pemerintah menghentikan alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari APBN 2023.
4. BSU Cair Sesuai Kondisi IndonesiaMenaker mengatakan, kebijakan BSU mengikuti kondisi Indonesia. Di mana pada tahun 2020 sampai 2021 banyak pekerja yang dirumahkan karena pandemi covid-19. Sementara pada 2022 BSU digulirkan karena disesuaikan dengan kenaikan harga BBM.