Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Petani di Food Estate Humbahas Kembali Sumringah, Panen Kentang 18 Ton

Petani di Food Estate Humbahas Kembali Sumringah, Panen Kentang 18 Ton

- Selasa, 07 Maret 2023 20:05 WIB
Matatelinga.com
Petani Kentang Sedang Menunjukkan Hasil Kentang Yang Dipanen.
MATATELINGA, Humbahas :Petani di Food Estate (FE) program Holtikultura di Desa Riaria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kembali sumringah. Lantaran, kentang yang ditanam selama 100 hari proses penanaman menghasilkan 18 ton dilahan seluas satu hektare.

Itu disampaikan, Haposan Siregar sebagai pemilik lahan kepada sejumlah wartawan, disela-sela melakukan panen bersama petani lainnya dari Kelompok Tani Ria Bersinar, Selasa (7/3) dilokasi.

Ketua Kelompok Tani Ria Bersinar ini mengatakan, kegembiraan mereka pada panen kentang menghasilkan 18 ton karena hasilnya sangat bagus, selain menghasilkan 18 ton.

Dia menyebut, dapat menghasilkan satu kentang berukuran extra jumbo, padahal selama 100 hari proses penanaman dilahan seluas satu hektar.

" Hasilnya sangat bagus. Dari rendom sampling perbatangnya mengeluarkan 0,75 kg kentang perbatang dengan jumlah populasi 24 ribu batang kentang," ungkapnya dengan raut wajah sumringah.

Kemudian, dari harga rata-rata yang diperoleh dari hasil panen kentang dengan kualitas super berkisar 11-12 ribu per kilogramnya. Sedangkan, untuk kualitas lokal 6-7 ribu rupiah, dan untuk kualitas rendang 3-4 ribu per kilogramnya.

" Kalau, kualitas lokalnya akan di olah menjadi benih sehingga tidak lagi membeli dari luar daerah dengan harga yang tinggi," ujar Haposan didampingi manager lapangan PT Parna Raya Harapan Simbolon, dan Kepala Agronom PT Parna Raya Sakinah Lumbangaol.

[br]

Ditambahkan Lumbangaol, keberhasilan panen ini tidak terlepas dari kerjasama mereka ke pihak PT Parna Raya. Dan, bersyukur karena PT Parna Raya membantu, baik dalam pendanaan maupun pengelolaan hingga pupuk.

" Jadi beruntung kerjasama dengan PT Parna Raya. PT Parna Raya bayar pekerja, pupuk hingga biaya olahan lahan," ungkapnya.

Menurutnya, sejak lahan tidur didaerahnya ini menjadi program nasional dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo , ada perubahaan dirasakan masyarakat petani.

Dimana, karena program tersebut mampu memberikan perubahaan dengan mendongrak roda perekonomian mereka.

" Jelas meningkat (penghasilan). Awalnya, penghasilan kami sekitar 1 juta perbulan kotor, itu pun tergantung harga di pasar, kalau sekarang saya pribadi sudah mengantongi penghasilan 8-9 juta perbulan," ungkap Haposan.

Sekaitan sorotan bahwa program lahan food estate banyak yang bilang gagal, dan mangkrak, Haposan mengingatkan jangan menyebarkan berita fitnah.

Menurutnya, bahwa program holtikultural di Humbahas sudah cukup membuat masyarakat senang. Itu dikarenakan, pendapatan mereka yang sebelumnya hanya kecil dari proses pertanian kini memuaskan.

"Jadi kalau ada yang bilang gagal, itu sangat bertentangan dengan yang kami rasakan, kalau menyebarkan berita jangan hanya yang gagalnya di sebarkan, lihat juga yang berhasil seperti kami ini, sudah banyak dari kami yang berhasil sampai membeli mobil baru dari hasil pertanian di FE ini," kata Haposan.

Sementara itu, Manejer Lapangan PT Parna Raya Harapan Simbolon menambahkan, bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan tiga kelompok tani di program Food Estate ini dengan luasan lahan 11,5 hektar lahan.

Dari luas 11,5 hektare itu, menurutnya, varietas pertanian yang digarap, diantaranya pertanian kubis seluas 1 hektar, jagung 5 hektar dan kentang 5,5 hektar.

"Kita menjalin kerjasama dengan tiga kelompok tani, ada Kelompok tani Ria Kerja, Ria Bersinar dan Kelompok Karejo, jadi luasan lahan mereka ada 11,5 hektar, untuk kubis 1 hektar, jagung 5 hektar dan kentang 5,5 hektar," sebutnya.

Dikatakanya, selama perusahaanya membantu petani di program ini, pihaknya tidak ada mengambil keuntungan melainkan membantu program Presiden RI Joko Widodo.

"Kita murni untuk membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional. Jadi, kita bekerjasama pada petani dengan membantu mereka semuanya, mulai dari Benih, pupuk sampai upah pekerja kita anggarkan semuanya 140juta rupiah per hektarnya," ungkapnya.(dedy)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tri Wahyudi dan Persahabatan Panjang dengan KTNA: Dari Rembug Paripurna Petani Menuju Kemajuan Pertanian Indonesia

Ekonomi

Polda Sumut Amankan 8 Warga Terkait Pengrusakan dan Penjarahan di Humbahas

Ekonomi

SEJARAH BARU! PTPN IV PalmCo Gelar PSR Awards 2026 Perdana di Jogja, Petani Sawit Rakyat Jadi Bintang Utama

Ekonomi

Pemuka Agama, MUI, Tokoh Adat Dalihan Na Tolu dan Petani Bergandeng Tangan Gairahkan Pertanian Palas

Ekonomi

Lahan Gratis dari Pemkab Deli Serdang Buka Harapan Baru Petani Cabai Sibolangit

Ekonomi

Jembatan Hanyut Diterjang Arus, Akses Pendidikan Anak Terputus di i Sei Petani