MATATELINGA, Toba. : Inalum hingga saat ini masih melakukan pembinaan kepada 97 UMKM di Kabupaten Toba.Kebanyakan UMKM bergerak dibidang tenun ulos dan berbagai produk makanan seperti kopi, serbuk bubuk cabe, saus tomat, kerupuk singkong dan sasagun (makanan khas Batak) yang dikemas dalam berbagai kemasan unik.Staff Humas Inalum Lambas Sianipar dan Muhammad Hasan Miraza menjelaskan pendampingan tersebut kepada para awak media di rumah BUMN TOBA di Balige, Kamis, (16/3/2023)Perusahaan Inalum sendiri memiliki rumah BUMN di tiga kabupaten seperti Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir."Kami membina UMKM agar masuk pasaran dengan melengkapi berbagai dokumen persyaratan dari dinas kesehatan, badan POM, NIB (Nomor Induk Berusaha) serta label Halal dan ijin usahanya dan ini menjadi syarat utama" terang Lambas Sianipar.Lambas Sianipar mengakui persaingan produk UMKM dengan jenis produk yang sama, terkendala dipemasaran. "Harga jual produk UMKM di pasar terkadang lebih mahal dengan buatan pabrik. Namun kualitas barang sangat bagus. Bahan baku juga pilihan para pelaku UMKM yang sesuai dengan kebutuhan masalah" terang Lambas.Lambas Sianipar juga mengharapkan agar setiap produk memiliki data komposisi barang yang dijual agar pembeli merasa nyaman dan yakin dengan produk yang mereka beli.[br]Berbagai cara dilakukan Inalum untuk membina UMKM seperti mendatangkan pelaku UMKM yang sudah berpengalaman di bidang pemasaran dan pembuatan produk.Inalum hingga saat ini tidak membantu pelaku usaha yang reseler (penjual ulang produk). "Namun kami selalu membina pelaku usaha UMKM mulai pembentukan hingga pemasaran produk jika sewaktu kegiatan pameran dan kegiatan lainnya " terang Muhammad Hasan Mirza.Pertemuan singkat ini bertujuan memperkenalkan segala macam produk UMKM hasil binaan InalumMatatelinga. Toba. Inalum hingga saat ini masih melakukan pembinaan kepada 97 UMKM di Kabupaten Toba.Kebanyakan UMKM bergerak dibidang tenun ulos dan berbagai produk makanan seperti kopi, serbuk bubuk cabe, saus tomat, kerupuk singkong dan sasagun (makanan khas Batak) yang dikemas dalam berbagai kemasan unik.Staff Humas Inalum Lambas Sianipar dan Muhammad Hasan Miraza menjelaskan pendampingan tersebut kepada para awak media di rumah BUMN TOBA di Balige, Kamis, (16/3/2023)Perusahaan Inalum sendiri memiliki rumah BUMN di tiga kabupaten seperti Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir."Kami membina UMKM agar masuk pasaran dengan melengkapi berbagai dokumen persyaratan dari dinas kesehatan, badan POM, NIB (Nomor Induk Berusaha) serta label Halal dan ijin usahanya dan ini menjadi syarat utama" terang Lambas Sianipar.Lambas Sianipar mengakui persaingan produk UMKM dengan jenis produk yang sama, terkendala dipemasaran. "Harga jual produk UMKM di pasar terkadang lebih mahal dengan buatan pabrik. Namun kualitas barang sangat bagus. Bahan baku juga pilihan para pelaku UMKM yang sesuai dengan kebutuhan masalah" terang Lambas.Lambas Sianipar juga mengharapkan agar setiap produk memiliki data komposisi barang yang dijual agar pembeli merasa nyaman dan yakin dengan produk yang mereka beli.Berbagai cara dilakukan Inalum untuk membina UMKM seperti mendatangkan pelaku UMKM yang sudah berpengalaman di bidang pemasaran dan pembuatan produk.Inalum hingga saat ini tidak membantu pelaku usaha yang reseler (penjual ulang produk). "Namun kami selalu membina pelaku usaha UMKM mulai pembentukan hingga pemasaran produk jika sewaktu kegiatan pameran dan kegiatan lainnya " terang Muhammad Hasan Mirza.Pertemuan singkat ini bertujuan memperkenalkan segala macam produk UMKM hasil binaan Inalum kepada masyarkat luas melalui media.Diharapkan, produk kerajinan tangan masyarakat bisa diketahui dan menjadi produk yang dibanggakan karena produk lokal Kabupaten Toba. MTC/Yinkepada masyarkat luas melalui media.Diharapkan, produk kerajinan tangan masyarakat bisa diketahui dan menjadi produk yang dibanggakan karena produk lokal Kabupaten Toba. MTC/Yin