Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Harga Minyak Mentah Akhirnya Balik Menguat Di Akhir Perdagangan

Harga Minyak Mentah Akhirnya Balik Menguat Di Akhir Perdagangan

Redaksi - Selasa, 21 Maret 2023 07:45 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini di akhir perdagangan Senin harga minyak akhirnya balik menguat. Hal ini menjadi pemulihan setelah beberapa waktu lalu mengalami kerugian besar.

S&P 500 dan Dow Jones naik membantu mengangkat harga minyak dari posisi terendah sesi karena taruhan Fed mungkin akan menghentikan kenaikan suku bunga pada Rabu (22/03/2023) untuk memastikan masalah sektor bank tidak semakin besar. Para pedagang dan ekonom tetap terpecah mengenai apakah Fed akan menaikkan suku bunga acuannya.

Beberapa eksekutif meminta bank sentral untuk menghentikan pengetatan kebijakan moneternya tetapi siap untuk melanjutkan menaikkan suku nanti.

Baca Juga:Bunda Paud Kabupaten Humbahas Kunker ke Desa Sanggaran II Kecamatan Onanganjang

"Volatilitas kemungkinan akan bertahan minggu ini, dengan kekhawatiran pasar keuangan yang lebih luas kemungkinan akan tetap berada di garis depan," kata Analis ING Bank.

Sementara itu, negara Kelompok (G7) kemungkinan tidak akan merevisi batas harga 60 dolar AS per barel minyak Rusia minggu ini, kata dua pejabat Uni Eropa dan satu pejabat dari anggota koalisi kepada Reuters, Senin (20/3/2023).

G7 dijadwalkan pada pertengahan Maret merevisi batas harga yang diberlakukan pada Desember, tetapi para pejabat mengatakan duta besar negara-negara Uni Eropa diberitahu oleh Komisi Eropa selama akhir pekan bahwa tidak ada keinginan di antara G7 untuk peninjauan dalam waktu dekat.

Pasar sebelumnya mengkhawatirkan risiko di sektor perbankan global yang dapat memicu resesi dan melemahkan permintaan bahan bakar.

[br]

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April terangkat 90 sen atau 1,35% menjadi USD67,64 per barel menjelang berakhirnya kontrak di New York Mercantile Exchange. Kontrak berjangka Mei yang lebih aktif diperdagangkan naik 89 sen atau 1,3% menjadi 67,82 per barel.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei bertambah 82 sen atau 1,12% menjadi USD73,79 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak rebound didukung juga menguatnya pasar saham, Wall Street. Semula Brent dan WTI turun sekitar USD3 per barel ke level terendah sejak Desember 2021, dengan WTI sempat tenggelam di bawah USD65 per barel.

"Ada banyak pergerakan berbasis rasa takut (dalam harga minyak). Kami tidak bergerak sama sekali pada fundamental penawaran dan permintaan, kami hanya bergerak pada masalah perbankan," ujar Analis Price Futures Group Phil Flynn, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (21/03/2023).

Penurunan awal minyak terjadi meskipun ada kesepakatan bersejarah dimana UBS, bank terbesar Swiss, setuju untuk membeli Credit Suisse dalam upaya menyelamatkan bank terbesar kedua di negara itu.

Setelah kesepakatan diumumkan, Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa, dan bank-bank sentral utama lainnya berjanji untuk meningkatkan likuiditas pasar dan mendukung bank lain.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Pasar Regional Tertekan, Minyak Melonjak Akibat Eskalasi Timur Tengah

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI