Matatelinga - Jakarta, Untuk mencapai target tersebut, Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen menargetkan pertumbuhan produksi 7 persen per tahun sehingga produksi dari lapangan eksisting diproyeksikan mencapai 900 ribu barel setara minyak per hari (boepd).Pertamina memproyeksikan pada 2025 produksi dari lapangan eksisting akan mencapai 900.000 boepd, sedangkan tambahan produksi dari ekspansi internasional ditargetkan mencapai 600.000 boped. Sisanya, akan diperoleh dari peningkatan hak partisipasi, pengembangan shale gas dan CBM, dan pengelolaan wilayah kerja domestic yang sudah berakhir masa kontraknya."Melihat apa yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir, di mana produksi Pertamina terus tumbuh kami optimistik target 2,2 juta boepd pada 2025 dapat diraih," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir pada keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (7/9/2014).Saat ini, lanjutnya, pertamina secara korporat telah menjadi produsen migas terbesar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan optimism dari produksi Pertamina EP."Pada 2018 nanti, kami bahkan optimistis dari produksi Pertamina EP saja sudah bisa meraih posisi sebagai produsen migas terbesar di Indonesia dengan target produksi sebesar 375.000 boepd," tutupnya.Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) optimistis untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) hingga 2,2 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd) pada 2025. Target itu akan bertumpu pada produksi dari lapangan eksisting dan juga ekspansi internasional.(Mt/Okz)