Matatelinga - Jakarta, Pengamat Ekonomi, Faisal Basri mengatakan, produksi minyak Indonesia sudah tidak sebanding dengan konsumsi BBM di Indonesia. Hal tersebut juga membuat defisit minyak terus mengalami kenaikan.Indonesia merupakan negara dengan beraneka ragam budaya, suku, dan lain-lainnya. Begitu pun mengenai persoalan yang saat ini tengah dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Di mana, persoalan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)."Defisit minyak naik terus, 3,8 miliar, pas SBY sekarang sudah 27,7 miliar, naik 7 kali lipat selama SBY berkuasa," kata Faisal saat acara Talk After Lunch di Plaza Menteng, Jakarta, Minggu (7/9/2014).Selain itu, mengenai minyak mentah pun mengalami defisit. Serta kondisi geologi yang tengah terjadi di Timur Tengah. "ini kan terkait dengan security energi kita, kalau begini terus pasokan impor kita terganggu," tambahnya.Faisal mengakui, Indonesia masih diberikan pasokan gas yang melimpah. Akan tetapi, dengan kondisi tersebut masih belum menyelamatkan Indonesia keluar dari masalah subsidi BBM."Gas memang surplus, tetapi tidak cukup untuk menutup yang defisit. Akan terlampaui juga nantinya," pungkasnya.(Mt/Okz)