MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Kamis (Jum'at pagi Wib) harga emas berjangka melemah lagi. Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama hingga menyentuh level tertinggi dua bulan, karena data menunjukkan ekonomi AS yang tangguh.Fitch Ratings Inc mengatakan Rabu (24/05/2023) bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan penurunan peringkat kredit Amerika Serikat. Berita itu membantu meningkatkan nilai dolar AS.Pergeseran nada hawkish oleh beberapa pejabat Federal Reserve AS juga mempengaruhi pasar. Risalah dari pertemuan kebijakan The Fed Mei menunjukkan bahwa "beberapa" pejabat mengatakan mereka berpikir bahwa "kemungkinan besar" ada pengetatan kebijakan tambahan.
Baca Juga:Edy Rahmayadi Dukung Perda Kawasan Tanpa RokokData ekonomi yang dirilis pada Kamis (25/05/2023) semakin mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto AS, ukuran output ekonomi terluas, meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,3% pada kuartal pertama, naik dari perkiraan awal 1,1% yang dilaporkan bulan lalu.Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran awal AS yang disesuaikan secara musiman naik 4.000 menjadi 229.000 dalam pekan yang berakhir 20 Mei.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 33,00 sen atau 1,42%, menjadi ditutup pada USD22,91 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli tergelincir USD3,20 atau 0,31%, menjadi menetap pada USD1.026,30 per ounce.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terpuruk USD20,90 atau 1,06% menjadi USD1.943,70 per ounce. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (26/05/2023).[br]Dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada Kamis (25/05/2023) di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas kemungkinan gagal bayar utang AS dan data ekonomi makro dan pasar tenaga kerja yang optimis.Indeks dolar naik 0,433% menjadi 104,280 setelah mencapai 104,31, tertinggi sejak 17 Maret. Kenaikan beruntun empat hari akan menandai yang terpanjang sejak akhir Februari.