MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Kamis (Jum'at pagi Wib) harga emas berjangka terperosok lagi, memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga AS.Ketua Federal Reserve Jerome Powell melanjutkan kesaksiannya kepada Kongres pada Kamis (22/06/2023), memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lebih banyak tahun ini.Memberikan sambutannya di acara "Fed listens" di Cleveland, Ohio, pada Kamis (22/06/2023), Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan lebih banyak kenaikan suku bunga diperlukan untuk menjinakkan inflasi.
Baca Juga:Pemkab Samosir Gelar Rakor Perizinan Berusaha dan Pengawasan Perizinan Berbasis RisikoSementara itu, dikutip dari Xinhua, data ekonomi yang dirilis pada Kamis (22/06/2023) beragam. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 264.000 klaim baru diajukan untuk tunjangan pengangguran berdasarkan penyesuaianmusiman di pekan yang berakhir 17 Juni, tidak berubah dari level revisi naik minggu sebelumnya dan level tertinggi aktivitas klaim awal sejak Oktober 2021.National Association of Realtors (NAR) melaporkan bahwa penjualan rumah yang ada (existing home) di AS naik 0,2% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,3 juta unit pada Mei, sedikit di atas perkiraan para ekonom. Meski demikian, penjualan merosot 20,4% dibandingkan dengan Mei tahun lalu.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 34,30 sen atau 1,50%, menjadi ditutup pada 22,467 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terpangkas 22,50 dolar AS atau 2,37%, menjadi menetap pada 926,50 dolar AS per ounce.[br]Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terperosok 21,20 dolar AS atau 1,09 persen menjadi ditutup pada 1.923,70 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.945,10 dolar AS dan terendah di 1.922,60 dolar AS.Emas berjangka jatuh 2,80 dolar AS atau 0,14% menjadi 1.944,90 dolar AS pada Rabu (21/06/2023), setelah anjlok 23,50 dolar AS atau 1,19% menjadi 1.947,70 dolar AS pada Selasa (20/06/2023), dan naik 0,50 dolar AS atau 0,03% menjadi 1.971,20 dolar AS pada Jum'at (16/06/2023).Bursa Comex ditutup pada Senin (19/06/2023) untuk hari libur publik. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (23/06/2023).Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang pada Kamis (22/06/2023) setelah ketua Fed mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga AS meskipun pada "kecepatan yang hati-hati" dan karena serentetan kenaikan suku bunga oleh beberapa bank sentral memicu kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global.Kenaikan suku bunga oleh bank sentral global juga mengurangi daya tarik emas. Bank Sentral Inggris menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, lebih besar dari yang diantisipasi para ekonom. Bank sentral di Swiss dan Norwegia juga menaikkan suku bunga. Bank sentral Turki memberikan kenaikan yang cukup besar.