MATATELINGA, Binjai : Hampir sepekan, masyarakat Kota Binjai mulai kesulitan mendapat gas Elpiji bersubsidi 3 kilogram.Keluhan masyarakat ini banyak dilontarkan lewat akun media sosial.Masyarakat mengaku sulit untuk memperoleh gas bersubsidi 3 kilogram, padahal biasanya mudah ditemui di agen resmi maupun kedai.
BACALAGI:
https://www.matatelinga.com/Ekonomi/dikeluhkan-langka-oleh-warga--bobby-nasution-gercep-sidak-pangkalan-gasBahkan, warga juga mengeluh terhadap harga dan prosedur pembelian gas bersubsidi/gas tabung melon ini. Kabarnya, masyarakat diharuskan membawa foto copy KTP atau Kartu Keluarga jika ingin memperolehnya.Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Kepolisian Resort Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen, mengaku akan turun langsung untuk memantau kondisi terkini.[br]Hal ini adalah wujud respon Kepolisian guna mencegah kerugian masyarakat oleh prilaku curang para agen dan oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan gas melon."Kita atensi, besok saya cek langsung ke lapangan, uji sampel ke beberapa tempat," ujar Kapolres. Kamis (27/07/2023) melalui pesan whatsapp.Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Binjai, Andi Afandi dalam keterangan singkat mengatakan, penyebab langkanya gas bersubsidi di Kota Binjai merupakan imbas dari minimnya pasokan gas LPG subsidi di Medan dan Deli Serdang."Kesimpulannya, Binjai kena dampak dari kelangkaan yang terjadi di Medan dan Deliserdang. Hampir semua wilayah Kabupaten/Kota juga terjadi kelangkaan seperti ini," ungkapnya kepada wartawan. Kamis (27/07/2023).Untuk mengatasi kelangkaan, rencananya pertamina akan melakukan extra dropping."Dalam dua hari akan dilakukan extra dropping oleh pertamina," kata Andi.Selanjutnya, Ia menghimbau masyarakat agar dapat lebih responif jika menemui agen yang menjual LPG bersubsidi 3 kilogram melewati harga ecer tertinggi (HET)."Adukan langsung ke bagian unit ekonomi Polres Binjai," ujarnya. (dyk.p)