Matatelinga - Jakarta, Sekadar informasi, jika mengacu data yang target utang dalam APBN-Perubahan 2014, paling tidak Indonesia akan menambah utang Rp102,206 triliun lagi hingga akhir tahun ini. Utang tersebut berasal dari penerbitan SBN sebesar Rp264,983 triliun dan pembayaran SBN jatuh tempo serta buy back sebesar Rp168,199 triliun. Menjelang masa akhir jabatannya, Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercatat masih meninggalkan utang mencapai Rp2.531,81 triliun per Agustus 2014. Pengamat Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latief Adam, mengatakan jumlah tersebut masih bisa bertambah, mengingat SBY masih menyisakan dua bulan waktu menjabat."Akumulasi atas utang negara bisa bertambah hingga akhir 2014. Pertama karena defisitnya, meskipun kita tidak tahu berapa," katanya, Rabu (24/9/2014).Selain itu, dia menyebutkan adanya tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) juga menambah beban utang Indonesia. "Kedua, Rupiah yang melemah akan membuat komitmen utang yang dibayar meningkat,“ tambah dia.Menurutnya, pelemahan Rupiah juga memberikan dampak negatif lain, yakni meningkatnya imbal hasil dari surat utang negara. "Depresiasi Rupiah akan membuat harga jual surat utang negara mengalami penurunan, timbal hasilnya mengalami peningkatan," tambahnya.(Mt/OKz)