MATATELINGA, Toba : Persoalan pupuk subsidi mengemuka saat reses dewan. Reses dewan dilaksanakan dalam rangka penampungan aspirasi masyarakat di Balai Pertemuan Silaen Sabtu, (14/10/2023). Beberapa peserta reses mempertanyakan langkanya pupuk subsidi di kios pengecer.Tua Parasian Silaen meminta agar dinas pertanian menjawab masalah ini. Debora Napitupulu penyuluh pertanian Kecamatan Silaen menjawab alur penyaluran pupuk subsidi.Menurutnya, pupuk subsidi diawasi pemerintah dan penyaluran nya juga berubah dengan menggunakan KTP saat pengambilan pupuk di kios pupuk."Petani diberikan pupuk subsidi jika lahan sawahnya dibawah dua hektar dan hanya disubsidi negara 30% saja" terang Debora.Menurutnya, penyaluran pupuk subsidi kini makin baik. Setiap orang harus masuk kelompok tani dan memiliki KTP yang padan. "KTP inilah yang dipergunakan untuk mengambil pupuk di kios pengecer dan tak bisa diwakilkan" ungkap Debora.Jika ada persoalan pupuk, masyarakat diminta melaporkan ke kelompok atau ke penyuluh pertanian agar dilakukan pengecekan kelangkaan pupuk.Saat ini, penyaluran pupuk subsidi dilakukan dengan i-pubers. Setiap anggota kelompok yang ingin menebus pupuk, maka wajib membawa KTP dan tak bisa diwakilkan. Kios pengecer sudah memiliki alat scand KTP dan warga bisa mendapatkan pupuk.Penjelasan ini diterima warga dan para anggota dewan. Tua Parasian Silaen menegaskan agar para petani bisa melakukan seperti yang dipaparkan penyuluh pertanian Debora Napitupulu. MTC/Yin